PAGUYUBAN BECAK DIY CIPTAKAN BECAK LISTRIK

JOGJA – Bentuk becak di Daerah Istimewa Yogyakarta akan berubah terkait dengan hasil rekayasa becak oleh Paguyuban Becak DIY yang disosialisasikan di Gedung DPRD DIY, Jumat (7/12). Becak yang identik dengan kendaraan yang bergerak dengan tenaga kayuh manusia kini telah bertransformasi menggunakan mesin listrik yang diletakkan di belakang. Hal ini dilakukan karena becak kayuh tradisional dianggap tidak manusiawi, dan becak motor (bentor) dinilai melanggar regulasi sebagai alat transportasi dan alat angkutan umum.

Broto Seno sebagai ketua dan pembina Paguyuban Becak DIY menjelaskan bahwa kendaraan becak memiliki tiga fungsi yaitu sebagai alat angkutan niaga, alat angkutan pariwisata serta serta wisata transportasi. Sedangkan dia juga menambahkan pengemudi becak mendapatkan banyak diskriminasi yang menyebabkan omset pendapatannya terus turun. Dengan melihat pengurangan jumlah penarik becak di DIY, serta besarnya jasa becak bagi pariwisata DIY, Broto Seno juga terus melakukan upaya untuk terus beevolusi untuk dapat mengikuti tuntutan zaman.

Permasalahan utama becak adalah tenaga manusia yang digunakan sebagai tenaga untuk menggerakkan becak. Semakin kurangnya regenerasi pengemudi becak membuat usia rata-rata pengemudi berada diatas 50 tahun, sedangkan usia diatas 50 tahun, tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menggerakkan becak, dari hal ini, beberapa pengemudi becak ada yang merubah becaknya dengan menambahkan mesin motor yang sudah dimodifikasi sebagai alat bantu untuk mengegerakkan becak. Akan tetapi, penambahan mesin pada moda angkutan becak menciptakan masalah kedua, yaitu regulasi mesin motor pada aturan perundang-undangan lalu lintas. Penambahan mesin motor, membuat becak dapat bergerak dengan kecepatan tinggi yang dapat mengakibatkan cedera serius ketika terjadi kecelakaan menurut perundang-undangan, oleh sebab itu, becak motor dilarang untuk digunakan di jalan raya.

“Akhirnya muncullah ide becak hybrid (motor listrik-red) yang kami buat dengan listrik dengan (yang memiliki cara bergerak – red) dua kemampuan yaitu kayuh dan dengan baterei, serta mampu berjalan dengan kecepatan 20 kpj yang menghabiskan dana sekitar 15 juta rupiah.” Jelas Broto Seno

Dalam akhir pertemuan, Wakil DPRD DIY, Agus Dharma Setiawan menjelaskan bahwa akan membentuk panitia khusus (pansus) yang akan melakukan kajian serta pendekatan kepada seluruh elemen pemerintahan terkait adanya masukan dari Paguyuban Becak DIY. Hal ini dapat menggenjot dan memberikan harapan serta definisi baru terkait bagaimana kendaraan bermesin listrik dapat berkontribusi kepada pariwisata tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai moda transportasi wisata tradisional.

“Kami masih berusahan untuk memberikan satu alternative solusi untuktransportasi yang berkearifan local namun manusiawi bagi para pengemudi” tutupAgus Dharma Setiawan

Stevanus Dewangga 130904955

Yosephine Isabela 150905849

Aditya Budi Rukmana 130905090

Gregorius Bramantyo 140905484

JMM kelas A