Menemukan Tuhan Dalam Spiritualitas Ignasian

Penulis: Rayi Angger L.T

YOGYAKARTA – Layaknya spiritualitas kristiani pada umumnya,spiritualitas Ignasian dari Santo Ignasius Loyola memberikan kita pelbagai metode yang betujuan untuk membangun hidup rohani dan mengintegrasikan relasi antara Tuhan dan kehidupan nyata di dalam dunia.

Spiritualitas Ignasian merupakan ajaran dari santo Ignasius Loyola yang juga merupakan pendiri ordo Serikat Yesus (Yesuit). Ajaran mengenai kebebasan dari ikatan yang tak teratur merupakan hal yang utama. Spiritualitas ini mengajarkan untuk selalu mengarah dan mendekatkan diri pada Tuhan, bukan hanya tentang kemuliaan diri sendiri.

Romo Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, DanangBramasti, menjelaskan bahwa Ignasius Loyola menulis buku berjudul “Latihan Rohani” yang menyatakan bahwa rohani bisa dilatih. “Seperti jasmani, rohanijuga bisa dilatih. Seseorang tidak bisa langsung berlari 10 km saat ini juga,tetapi harus dilatih dari hal yang sedikit dan sederhana. Misalnya ketika mengepel, kita tidak hanya memuliakan diri sendiri, tetapi juga bahwa mengepel dapat membuat bahagia orang lain”, ujar Romo Danang.

Spiritualitas Ignasian cocok untuk dipraktekkan oleh awam, karena dapat membantu menemukan Tuhan dalam hidup harian “finding God in all things”. Kadang kita sulit menemukan Tuhan, seakan-akan hanya bisa bertemu saat di Gereja, kapel, atau ketika berdoa saja. Tetapi Santo Ignasius memberikan warisan rohani yang luar biasa, karena melalui spiritualitas Ignasian mengajarkan kita untuk menghayati dan menemukan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari melalui peristiwa atau pengalaman yang sederhana sekalipun.

Tidak perlu menjadi seorang religius, ataupun tergabung dengan Yesuit untuk mengamini spiritualitas Ignasian dalam kehidupan.Frater Paul Prabowo menjelaskan, dalam prakteknya spiritualitas Ignasianmenggunakan examen conscientiae (refleksi) sebagai alat untuk membuat kita selalu dekat dengan Tuhan. Examen conscientiae merupakan rumus doa khas Ignasian yang dijalankan dua kali sehari untuk proses ‘penelitian batin’.Namun fokusnya bukan mencari kesalahan atau telah melakukan dosa apa saja,melainkan menemukan ‘karya ilahi’ kehadiran Tuhan sepanjang hidup dalam satuhari. Cara sederhana yang dapat dilakukan oleh siapapun, terutama bagi orang muda yang mulai menemukan masalah dalam hidup.

Examenconscientiae cocok untuk dihayati oleh orang muda, karena dewasa ini orang muda cukup connected dengan internet ataupun dengan kultur digital. Seakan kita tidak bisa hening untuk menemukan Tuhan, tapi justru dalam sela kesibukan dapat melakukan examen. Pun examen hanya membutuhkan kurang lebih 15 menit dalam sehari”, ujar Frater Paul.

Perkembangan zaman saat ini membuat banyak orang muda tidak lagi merasa membutuhkan Gereja. Sebagai seorang katolik, merupakan sebuah pertanggung jawaban iman untuk mewujudkan suatu perbuatan serta terlibat dalamhidup menggereja. “Justru kita sebagai orang muda dipanggil untuk terlibat dalam hidup menggereja, karena tanpa orang muda, Gereja mungkin akan mati. Orang muda perlu ditantang untuk berpikir, 10-20 tahun mendatang apakah kehidupan menggereja akan tetap eksis tanpa mereka”, ujar Frater Paul.

Romo Danang juga mengungkapkan keprihatinannya kepada anak muda zaman sekarang yang mudah patah semangat. “Nilainya jelek, beralasan kalau dosennya tidak enak mengajarnya. Ini merupakan masalah. Carilah ilmu sebanyak mungkin, dan muliakanlah nama Tuhan. Kuliah untuk memuliakan nama Tuhan, dan berlatih merefleksikan diri melalui studi-studi yang dilakukan. Yang paling penting adalah belajar sungguh-sungguh, karena belajar merupakan doa untuk Tuhan”.

Hidup dalam rutinitas serta gaya hidup saat ini memungkinkan orang tersesat dan ditarik oleh duniawi sehingga lupa untuk peka dan mendekatkan diri pada Tuhan. Tidak jarang banyak dari kita yang kehilangan arah karena larut dalam kesibukan sehari-hari, sampai lupa dengan nilai-nilai kehidupan. Spiritualitas Ignasian memfasilitasi kita untuk menemukan arah hidup yang lebih baik, serta mampu peka terhadap kehendak Tuhan bagi kita dalam dunia.