MEMBANGUN PARIWISATA DIY SEBAGAI WISATA BUDAYA UNGGUL 2025

  • admin
  • 11/12/2018
  • Comments Off on MEMBANGUN PARIWISATA DIY SEBAGAI WISATA BUDAYA UNGGUL 2025


Yogyakarta – Yogyakarta sebagai kota pariwisata di Indonesia terus berupaya menjadi kota wisata budaya unggulan 2025. Usaha tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang kembali di bahas di gedung DPRD DIY pada hari kamis (1/11). RPJPD tersebut berisikan kebijakan, strategi beserta rencana pembangunan kepariwisataan DIY yang lebih terarah, kompetitif dan berkelanjutan sebagai hasil kajian Perda DIY No 1 tahun 2012. Dalam hal ini, Dinas Pariwisata DIY dituntut untuk mengembangkan arah pembangunan kota dengan tidak melupakan identitas asli Yogyakarta, yaitu kebudayaan, pariwisata dan pendidikan.

Untuk mengupayakan pembangunan kepariwisataan DIY yang lebih terpadu, maka Dinas Pariwisata melakukan reformulasi kebijakan program pengembangan:

  1. Perwilayahan
  2. Daya tarik wisata
  3. Pembangunan aksesibilitas
  4. Prasarana umum, fasilitas umumserta fasilitas pendukung pariwisata
  5. Pemberdayaan masyarakat
  6. Peningkatan investasi dalam bidang pariwisata

Dan reformulasi kebijakan pada pembangunan pemasaran pariwisata DIY yang terdiri dari kebijakan program pengembangan:

  1. Pasar wisatawan
  2. Citra pariwisata
  3. Kemitraan pariwisata dalam lingkup nasional maupun internasional

Anggota DPRD DIY, Totok Hedi Santosa memaparkan bahwa pembangunan pariwisata DIY harus lebih menonjolkan sisi budaya asli Yogyakarta ketimbang pembangunan yang asal-asalan sehingga meninggalkan ciri asli Yogyakarta sebagai bagian dari Kerajaan Mataran, selain itu sudah seharusnya Pariwisata DIY tidak hanya mengandalkan alam sebagai upaya untuk menggenjot pertimbuhan wisatawan, melainkan sisi juga sisi budaya.

“Wisata di Yogyakarta jangan hanya mengandalkan alam. Alam (adalah – red) bagian dari tempat berpijak, ada suatu kota kecil di Jepang dengan penduduk 20.000 (akan tetapi – red), dalam setahun tamunya ada satu juta. Hal itu terjadi karena ia memunculkan semua ikon budaya lokal” Ujar Totok Hedi Santosa dalam memberikan masukan terhadap upaya dinas pariwisata DIY untuk mengoptimalkan RPJPD Provinsi DIY.

DPRD DIY juga memberikan tambahan terhadap peran seluruh sector yang ada dalam struktur pemerintahan daerah untuk mengoptimalkan kerjanya, sehingga pembangunan kota Yogyakarta tidak hanya menjadi urusan Dinas Pariwisata saja, seperti halnya Dinas Perhubungan yang mampu mengembangkan infrastruktur lalu lintas dan moda transportasi umum yang berkelas dunia, demi mencapai DIY wisata budaya unggulan dunia 2025.

Perlu diingat kembali bahwa RPJPD DIY merupakan rencana indukpembangunan kepariwisataan yang dituangkan dalam Perda no 1 Tahun 2012 sebagaibagian untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai destinasi wisata terkemuka yangberkelas dunia, berdaya saing, dan mampu mendorong pembangunan daerah demiterciptanya kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaannya melibatkan PemerintahIndonesia, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota, pengusaha beserta masyarakat,dengan 3 tahap pembangunan fisik maupun masyarakat pada Provinsi DIY.

Stevanus Dewangga 130904955

Yosephine Isabela 150905849

Aditya Budi Rukmana 130905090

Gregorius Bramantyo 140905484

JMM kelas A