Melihat Pemilu sebagai Partisipasi dalam Beragama

  • admin
  • 11/12/2018
  • Comments Off on Melihat Pemilu sebagai Partisipasi dalam Beragama
Frater Martinus Juprianto

Pemilihan umum tahun 2019 akan segera dimulai, kita sebagai warga negara Indonesia, bersiap dalam pestademokrasi yang dilakukan 5 tahun sekali. Ternyata kita mengikuti pemilihan umumtermasuk dalam partisipasi kita beragama, mengapa ? jawabannya dapat anda temukan di artikel ini.

Mengikuti atau berpartisipasi dalam pemilu wajib bagi warga Negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun,dalam pemilihan tersebut kita memilih pemimpin yang layak memimpin bangsa ini. Dengan adanya pemilu ini hak kita berdemokrasi dalam Negara ini telah di jamin dan diwujudkan, tentu kita tidak bisa melewatkan kesempatan ini, karena masadepan negara dan bangsa ini ada di tangan kita. Mengikuti pemilihan umum menjadi hal yang penting juga dalam proses beragama kita, hal ini dijelaskanoleh Frater  Martinus Juprianto, “semakin kita bertekun dalam agama, semakin kita mengenal sesama, salah satunyaberpartisipasi dalam politik, terlebih kita memberikan kepercayaan kepada calon pemimipin” dari pernyataan ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus mengenal sesama, baik yang mempunyai kepercayaan yang sama atau yang berbeda,dalam hal pemilu praktek mudahnya adalah mengenal calon pemimpin atau calon legislatif, dan mengesampingkan urusan agama, kelompok dan keperecayaannya. Kita diajak untuk melihat bagaimana calon pemimpin tersebut dapat mewakilkansuara rakyat.

Frater Jupri juga mengatakan Koneksi antar pribadi agama, penghayatan berdampak bagi kehidupan kita sosial, danmem pengeruhi kehidupan warga negara, maka dari itu sebagai umat beragama kita diajak untuk mengenal sesama. Selain itu Frater Jupri juga menegaskan adanya semangat kepentingan kesejahteraan bersama atau “Bonum Commune”. Jika kita sebagai umat beragama hanya memikirkan kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi kita maka “Bonum Commune” itu tidak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya kita sebagai umat beragama menjunjung semangat “Bonum Commune” dalam kehidupan sehari-hari,khususnya dalam pemilihan umum besok. Pemilu adalah sarana bagi kita untukmewujudkan proses beragama dan berdemokrasi kita.

Gerardus Dewa Nugraha E (160905916)