Majels Luhut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia: Wadah baru bagi para penghayat kepercayaan

  • admin
  • 11/12/2018
  • Comments Off on Majels Luhut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia: Wadah baru bagi para penghayat kepercayaan

13 Oktober 2014, dibentuk sebuah wadah bagi para penghayat agama lokal (Penghayat) yang ada di Indonesia. Wadah tersebut diberi nama Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia, atau biasa disingkat menjadi MLKI. Wadah tersebut dibentuk untuk menjembatanni para penghayat yang ada di Indonesia dengan pemerintah.

            MLKI tersebar hampir diseluruh Indonesia, salah satunya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bambang merupakan ketua dari MLKI untuk kota Yogyakarta. Bambang merupakan salah seorang penghayat. Ia mengikuti Sapto Darmo, salah satu kepercayaan yang besar di Indonesia.

            MLKI merupakan hasil dari Sarasehan Nasional Kepercayaan pada tahun 2014. Namun, menurut Bambang sebelum adanya MLKI ada beberapa organisasi yang sudah ada yaitu Sekertariat Kerjasama Kepercayaan, Himpunan Penghayat Kepercayaan, Badan Koordinasi Organisasi Kepercayaan.

            “Sebelum MLKI itu ada Serikat Kerjasama Kepercayaan (SKK) kemudian SKK bubar berganti menjadi Himpunan Penghayat Kepercayaan HPK. Setelah HPK bubar pemerintah membentuk BKOK (Badan Koordinasi Organisasi Kepercayaan” Terang Bambang

            Beberapa organisasi sebelum MLKI memiliki permasalah yang akhirnya harus bubar, salah satunya adalah HPK yang harus bubar karena permasalah anggaran pada organisasi tersebut.

            Dalam MLKI menurut Bambang, sebuah kepercayaan dapat bergabung dengan MLKI jika kepercayaan tersebut memiliki pengikut. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari kepercayaan itu sendiri.

            “ Tujuannya supaya penghayatan itu dapat meningkatkan makna hidup di penghayatannya, kalau tingkat penghayatannya sudah bagus kan nanti banyak pengikutnya. Nah kalau ada pengikutnya, bisa jadi organisasi baru bisa masuk ke MLKI” Tutur Bambang.

            Untuk para penghayat yang sifatnya masih individual belum ada organisasi yang menaungi mereka. Bambang, sebagai salah satu pengurus MLKI juga belum mengetahui organisasi apa yang akan dibuat untuk menangui para penghayat yang sifatnya masih individual.

            “Saya belum tau organisasinya, tapi pasti nanti ada” Kata Bambang.

            MLKI sebagai salah satu organisasi, seharusnya memiliki sebuah struktur organisasi yang bertugas untuk mengurus organisasi tersebut. Akan tetapi, dalam website yang dimiliki oleh MLKI belum ada struktur organisasi yang jelas. Dalam website tersebut hanya bertuliskan, jabatan tanpa ada nama perseorangan dan dari organisasi kepercayaan mana ia berasal.

            Dalam AD/ART (Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga) dari MLKI, organisasi tersebut memiliki tiga tujuan, yaitu:

  1. Membina kerja sama antar anggotanya agar mampu menjalin komunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakt diluar organisasi-organisasi kepercayaan.
  2. Melestarikan nilai-nilai luhur spiritual bangsa
  3. Ikut serta membentuk dan membangun karakter manusia Indonesia seutuhnya di bidang mental-spiritual  yang berjiwa Pancasila.

Sebagai sebuah organisasi yang terediri dari berbagai aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, MLKI mempunya cita-cita untuk menciptakan kehidupan pribadi maupun kebersamaan yang aman, damai, tentram, bahagia, dan sejahtera agar tercapai keselamatan dunia. Dalam istilah jawa biasa disebut Memayu Hayuning Bawana.

  • Stevanus Banu 130905102