JNN, Kritik Masyarakatdan Pemerintah Melalui Tambal Jalan

  • admin
  • 11/12/2018
  • Comments Off on JNN, Kritik Masyarakatdan Pemerintah Melalui Tambal Jalan


 Baik dalam ukuran besarmaupun kecil, kehadiran lubang di jalan tentunya meresahkan para pengemudi.Tidak jarang pengguna jalan raya perlu lebih banyak konsentrasi untukmenghindari lubang. Selain membahayakan keselamatan, lubang di jalan raya jugatidak elok untuk dipandang. Berawal dari cerita hadirlah Jogja Nyah Nyoh.

Jogja Nyah Nyoh atau JNN merupakan sebuahkomunitas yang bergerak untuk menambal jalanan berlubang. Komunitas ini telahberdiri dari tahun 2015 silam. Dalam melakoni pekerjaannya, para anggota JNNsaling iuran untuk membeli material menambal jalanan. Material yang digunakansederhana saja yakni batu, semen, dan pasir.

Sebelum menambal jalan, para anggota biasanyamencari lokasi yang dengan lubang yang akan ditambal. Apalagi jika lubang dijalan tersebut berpotensi besar memakan korban. Pengamatan lokasi akandilakukan selama 3-4 hari untuk tahu kapan aktivitas di sekitarnya meredup.

Aksi tambal jalan biasanya dilakukan di atas jam12 malam ketika jalanan sudah sepi. Hal ini dimaksudkan agar tidak banyakkendaraan yang berlalu-lalang dan tidak banyak juga yang melihat para anggotabekerja.

Melalui aksi ini, para anggota JNN inginmemberikan pesan tersirat kepada masyarakat. “Masyarakat perlumeningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Jangan merasa itu tugas oranglain. Apalagi jalan itu ‘kan dipakai bersama,” ungkap Arditya Eka Sunuatau Adit, salah satu anggota JNN.

Namun perjalanan JNN tidak selalu mulus.Komunitas ini pernah mendapatkan kritik dari pemerintah khususnya kepolisianlalu lintas. Aksi JNN dirasa tidak benar karena menambal jalanan secaraotodidak dapat menimbulkan masalah baru sebab material yang digunakan belumtentu sesuai.

Menanggapi hal ini, para anggota JNN tidakbegitu ambil pusing. Kegiatan menambal jalan pun tetap dijalankan. Menurutnya,perintah perlu melihat bentuk protes nyata terlebih dahulu baru mau bertindak.

“Ini adalah kritik kami terhadappemerintah. Lebih baik kami menambalnya dulu sementara agar tidak mencelakaipengendara. Kalau memang cara kami salah, silahkan diperbaiki dengan membongkardan menambalnya kembali,” terang Adit.

Sampai sekarang, JNN masih rutin melakukan aksimenambal jalan meskipun waktunya tidak menentu. Melalui sosial medianya pun JNN juga sering membagikan

Stevanus Dewangga (130904955)

Yosephine Isabela (150905849)

Aditya Budi Rukmana (130905090)

Gregorius Bramantyo (140905484)

JMM kelas A