Cak Fu: Aktivis HAM dan Konsultor Disabilitas

  • admin
  • 11/12/2018
  • Comments Off on Cak Fu: Aktivis HAM dan Konsultor Disabilitas

Kekhawatiran orang tua akan masa depan anak-anak merupakan bukti cinta dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya. Hal ini juga yang dialami oleh Bahrul Fuad sejak kecil.

“Ayah dan Ibu saya khawatir akan masa depan saya, karena saya hanya bisa merangkak dan tidak bisa berbuat apa-apa ” kata laki-laki kelahiran 17 Agustus 1975.

Menjadi seorang penyandang disabilitas bukan menjadi halangan bagi laki-laki yang akrab disapa Cak Fu ini. Hal ini dibuktikan dengan menjadi sarjana di Universitas Darul Ulum Jombang. Serta bekerja di Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia.

“Saya terlahir sebagai penyandang disabilitas, sementara itu saya dikaruniai Tuhan kesempatan untuk belajar lebih baik dibanding dengan teman-teman disabilitas pada umumnya. Sehingga saya merasa bertanggung jawab untuk menyumbangkan tenaga dan pemikiran untuk perbaikan kehidupan saudara-saudara kita sesama penyandang disabilitas” ungkap pemilik nama lengkap Bahrul Fuad itu.

Cak Fu tergolong aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang menyangkut isu disabilitas. Ia telah aktif di berbagai gerakan disabilitas sejak tahun 1996. Sejak saat itu, ia menjadi seorang pegiat disabilitas. Selanjutnya ia mendirikan organisasi penyandang disabilitas di Jombang dan mendirikan koperasi Paguyuban Daya Mandiri Surabaya pada tahun 2006 yang beranggotakan para penyandang disabilitas beserta keluarganya.

Sebelum bekerja di Universitas Indonesia pada tahun 2013, Cak Fu menjabat sebagai Program Manager untuk Organisasi Perhimpunan Mandiri Kusta Indonesia pada tahun 2009 hingga 2011.

Pada tahun berikutnya ia menjadi seorang konsultan Disability and Inclusion di Netherland Leprosy Relief (NLR) Indonesia.

“Saya bekerja di Pusat kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia pada tahun 2013 – 2017. Pada Agustus 2017 saya menjadi Konsultan Disabilitas untuk Program PEDULI, The Asia Foundation Jakarta, dan saya juga menjadi konsultan di beberapa lembaga Internasional” ungkap ayah satu anak ini.

Sebagai seorang aktivis HAM, ia menangani semua hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak para penyandang disabilitas. Mulai dari advokasi kebijakan, melatih masyarakat tentang kesadaran hak disabilitas, melatih penyandang disabilitas tentang keterampilan berorganisasi dan lain sebagainya. Hal tersebut memang tidak mudah, namun ia mengaku melakukan semua dengan penuh tanggung jawab dan suka cita.

“Saya tidak pernah merasa ‘berduka’ menjadi konsultan, saya selalu merasa gembira, suka cita serta melihat ini sebagai tanggung jawab dalam hidup saya,” ungkap pria yang pernah mengalahkan Ratna Sarumpaet dalam Lokal Herois Pembela Hak-Hak Minoritas tahun 2012 ini ketika diwawancarai via telepon.

Cak Fu merupakan salah satu disabilitas yang tidak pernah merasa minder dengan kelemahannya, ia selalu memotivasi diri dan juga teman-teman disabilitas lainnya agar menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat.

“Setidaknya memiliki kontribusi bagi masyarakat luas” ujar pria kelahiran Kediri ini.

Rosiana Dini Rahmasari (160905890)

Agatha Duhita (160906035)

Bernadetha Juan Meko (160906074)

Maria Utari Dewi (160906149)