Adisek Sansern: Menjadi Atlet Muay Thai demi jadi Kebanggaan Keluarga

  • admin
  • 11/12/2018
  • Comments Off on Adisek Sansern: Menjadi Atlet Muay Thai demi jadi Kebanggaan Keluarga

Adisek Sansern (22) atau biasa dipanggil Dawud adalah seorang mantan atlet olahraga Muay Thai yang berasal dari Thailand. Ia sedang mengenyam pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, jurusan Budaya dan Sejarah Islam.

Sejak dahulu, ia dianggap sebagai seseorang yang lemah. Badannya yang tergolong kecil, ketidaksukaannya akan perkelahian, dan kakaknya yang menjadi atlet Muay Thai semakin memperkuat anggapan tersebut dikalangan keluarga dan teman-temannya.

Lalu, ia mencoba mengubah stigma itu dengan meniti karir sebagai atlet Muay Thai sejak usia muda. Ia harus bangun di pagi buta dan berlari minimal 7 kilometer lalu menjalani aktivitas skipping (lompat tali) sebanyak 500 kali, dan selanjutnya ia harus berlatih dengan samsak dan padding, serta melakukan sparringĀ (bertarung) dengan teman sejawatnya. Rutinitas yang berat ini pun dilakukannya setiap hari tanpa mengeluh demi menjadi seseorang yang bermental baja.

Selama ia menjadi seorang atlet, ia telah melakukan 24 kali pertandingan dengan skor menang-kalah 12:12. Cedera terparahnya adalah kulit kepalanya sobek karena tersikut lawan, menyebabkan dirinya tak sadarkan diri.

Sekarang, ia telah pensiun menjadi atlet dan meneruskan pendidikannya di jenjang universitas. Ia mengisi waktunya dengan menjadi pelatih Muay Thai di Fitbox Gym Yogyakarta.

Muay Thai menjadi olahraga yang cukup populer di kalangan turis dan orang-orang non-Thailand. Menurut Dawud, Muay Thai menjadi populer karena olahraga ini menggunakan seluruh bagian tubuh kita sehingga menjadi cara alternatif untuk menurunkan berat badan. Selain itu, Muay Thai juga dianggap sebagai sebuah seni sehingga menambah daya tarik olahraga ini bagi orang-orang awam.