Breaking News

Peranan Gereja dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor

  • admin
  • 21/12/2020
  • Comments Off on Peranan Gereja dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor
Pendeta GKI Pengadilan Bogor, Tri Santoso. Sumber: Dokpri

Bogor – Jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, mencapai jumlah 50 sampai 70 kasus baru per hari. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan Bogor turun tangan membantu  pencegahan penyebaran Covid-19 di antara jemaat.

Hingga Kamis (17/12/2020), tercatat sebanyak 4.399 kasus positif Covid-19 terjadi di Kota Bogor. Angka tersebut melejit naik sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengizinkan pembukaan kembali rumah ibadah di wilayah Kota Bogor pada Juni 2020.

Kegiatan keagamaan di gereja pun kembali berlangsung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan pencegahan penularan Covid-19 berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 440/1833-Hukham Tahun 2020.

Kendati demikian, (GKI) Pengadilan Bogor tetap mengambil sikap antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan gereja. Hal tersebut dilakukan dengan melaksanakan ibadah tatap muka secara bertahap mulai 29 November 2020.

Pendeta GKI Pengadilan Bogor, Tri Santoso, menjelaskan bahwa kapasitas jemaat yang beribadah di gedung gereja dibatasi menjadi 100 orang. Jumlah tersebut masih di bawah ketentuan Pemkot Bogor yang menentukan batas kapasitas gedung sebesar 30 persen.

“Selama pandemi, ibadah on site dikurangi kapasitasnya menjadi 100 orang dari total kapasitas gedung sebanyak 800 orang,” ujar Pdt. Tri Santoso

Selain mengurangi jumlah kapasitas jemaat di gedung gereja, GKI Pengadilan Bogor juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sesuai instruksi Pemkot Bogor.

“(Jemaat) Kita pastikan tidak baru kembali dari luar kota, tidak memiliki gejala Covid-19, memiliki suhu tubuh normal, mencuci tangan sebelum masuk gedung gereja, menggunakan masker dan face shield, serta tidak boleh mampir ke tempat lain sebelum masuk ke gedung gereja.” tambah Pdt. Tri Santoso

Tidak hanya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, GKI Pengadilan Bogor juga terlibat dalam menangani dampak Covid-19 di masyarakat. Bantuan sembako rutin setiap bulannya dan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari tindak nyata peduli masyarakat terdampak Covid-19.

“Ada bantuan sembako bulanan untuk jemaat maupun masyarakat. Selain itu gereja melalui lembaga pelayanan kesehatan Mitra Waluya bekerja sama dengan beberapa dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi yang membutuhkan.” Ungkap Pdt. Tri Santoso.

Terkait regulasi mengenai pelaksanaan ibadah di Kota Bogor, Pendeta Tri Santoso mengaku tidak terjadi perubahan yang signifikan.

Hanya saja, perubahan regulasi seringkali dipengaruhi oleh perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor.

Meskipun kebijakan Pemkot Bogor sering mengalami pembaruan, namun gereja tetap mendukung kebijakan yang ditetapkan.

“Sepanjang regulasinya positif, gereja akan mengikuti regulasi yang dibuat,” ujar Pdt. Tri Santoso

Pdt. Tri Santoso juga menyatakan bahwa gereja tidak berencana untuk mengadakan ibadah secara tatap muka seperti sedia kala dalam waktu dekat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan jemaat, serta untuk menyesuaikan kebutuhan jemaat yang cenderung masih khawatir untuk mengikuti ibadah tatap muka.

Berita Video

Prycilia Grace Nicole Suoth – 180906748