Breaking News

Menguak Isu “Pelecehan Seksual” Dalam Lingkup Gereja Katolik

  • admin
  • 21/12/2020
  • Comments Off on Menguak Isu “Pelecehan Seksual” Dalam Lingkup Gereja Katolik

20/12/2020)- Kasus pelecehan seksual yang terjadi di beberapa lingkungan gereja katolik telah menyita perhatian publik. Pasalnya, masyarakat katolik maupun masyarakat umum menilai bahwa tindakan tersebut ditutup-tutupi oleh beberapa pihak terkait. Beberapa kasus perudungan seksual, telah terungkap. Salah satunya yakni kasus mengenai bruder yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak yang diasuhnya

Kasus yang menimpa anak asuh tersebut sangatlah miris. Korban merasa bahwa kepercayaanya terhadap Tuhan yakni sebagai umat katolik yang taat, harus kandas akibat hal yang menimpanya. Hal tersebut sudah ditindaklanjuti pihak gereja secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku.


Sumber: merdeka.com

SMenurut Fr Yulius Suroso, pihak gereja tidak berusaha menutupi melainkan berlaku adil sesuai dengan perbuatan pelaku.

Saya merasa tanggapan gereja itu benar yakni menindaklanjuti kasus itu dengan sebaik-baiknya, dengan sejernih-jernihnya, dengan sejelas-jelasnya serta gereja juga berusaha menanggapi masalah tersebut secara serius”, ujar Fr. Yulius Suroso SJ.

Dalam tarekat ordo Serikat Yesus (SJ) sedang dilakukan penelitian sekaligus perumusan dokumen-dokumen protokol perlindungan. Hal ini merupakan sebuah panduan bagaimana cara menangani romo/ frater/  bruder yang melakukan pelecehan seksual berupa pencegahan, menangani kasus sekaligus menindaklanjuti masalah tersebut.

KWI setidaknya  telah membentuk sekelompok tim khusus yang diisi oleh para rohaniawan Katolik terpilih yang bertujuan membantu para rohaniawan Katolik yang mempunya persoalan atau masalah terkait penyimpangan seksual atau persoalan yang terjadi selama ini.

Tak hanya itu, beberapa tim ini turut menyusun sebuah buku khusus yang menjadi pedoman utama bagi sekelompok  rohaniawan rohaniwati mengenai pelecehan maupun kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Di dalam buku tersebut menunjukkan pedoman atau arahan dalam menyusun perlindungan hak-hak anak, dan orang dewasa rentan, protokol perlindungan  serta kurikulum pelayanan profesional dalam lingkungan gereja katolik.

Sumber: hidayatullah.com

“Intinya begini, gereja ingin membuat sebuah layanan yang aman” ,  ungkap Fr. Yulius Suroso SJ