Breaking News

“Jayengtilam”: Pameran Kontemporer di Museum Sonobudoyo 2020

  • admin
  • 21/12/2020
  • Comments Off on “Jayengtilam”: Pameran Kontemporer di Museum Sonobudoyo 2020

Museum Sonobudoyo kembali menggelar pameran tahunan atau Annual Museum Exhibition (AMEX) bertajuk “Jayengtilam, Sastra Lisan, dan Pembentukan Identitas Lokal”. Dalam rangka memperingati hari jadinya ke-85 tahun, Museum Sono budoyo mengambil cerita-cerita kearifan lokal budaya Jawa. 

“Jika dilihat dari secara garis besar, pameran ini ingin menggambarkan bagaimana orang tua bercerita secara lisan kepada anak mereka sebelum tidur” tutur gallery-sitter, Kriskory.

Ini menjadi bukti bahwa pewarisan budaya lokal, khususnya budaya Jawa masih terus-menerus diturunkan ke generasi selanjutnya. Secara lisan, mitos, legenda urban, hingga cerita tentang tempat dapat menjadi contoh bagaimana tradisi Jawa diturunkan.

Sebagai wujud dari narasi identitas lokal, Pameran Jayengtilam menyuguhkan 7 ruangan dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari Wayang Beber Panji, Topeng berbagai macam ekspresi, Mitos dan Spiritual, Senthong (rumah Jawa), Ratu di Jawa Selatan, Batik, hingga yang terakhir terdapat Astabrata.

Selain pameran, Museum Sonobudoyo juga mengadakan pertunjukan wayang setiap pukul 19.00 WIB di hari Sabtu dan Minggu. Terdapat juga kegiatan ruang diskusi mengenai topik tertentu pada saat itu. Kegiatan yang ada tetap digelar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan membatasi jumlah penonton ataupun peserta.

Walaupun digelar selama masa pandemi COVID-19, Pameran Jayengtilam tetap mendapatkan atensi dari masyarakat lokal ataupun wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta.

Dibuka secara umum sejak tanggal 6 November hingga 31 Desember 2020, pameran ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Setiap pengunjung yang datang hanya diharuskan men-scan dan mengisi barcode yang disediakan. 

Selain itu, pengunjung juga diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan yang ada di Pameran Jayengtilam, Museum Sonobudoyo.

Mulai dari cuci tangan dengan sabun, pemeriksaan suhu dengan alat yang canggih, hingga pembatasan jarak dan jumlah kuota pengunjung menjadi perhatian bagi pengelola Museum Sonobudoyo.