Breaking News

Demam Ikan Cupang Selama Pandemi Covid-19, Buktikan Hobi Bisa Menjadi Karya

  • admin
  • 21/12/2020
  • Comments Off on Demam Ikan Cupang Selama Pandemi Covid-19, Buktikan Hobi Bisa Menjadi Karya

Pandemi Covid-19 memberikan banyak kisah bagi setiap orang, tak terkecuali mahasiswa yang akrab disapa Ajit, warga Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat.

“Sebenarnya, dari kecil sudah main ikan cupang, cuma karena masa pandemi Covid-19 ini orang banyak di rumah aja, peminat ikan cupang bertambah. Makanya, aku pilih buat jualan ikan cupang juga jak” ujar Ajit melalui sebuah wawancara virtual.

Kembali kepada hobi lama yakni memelihara cupang terkhusus di masa pandemi Covid-19 membawa kisah khusus untuk Ajit. Ia akhirnya memutuskan untuk menjual ikan cupang yang sedang hitz khususnya di daerah Nanga Pinoh.

Menjual ikan cupang tentu bukan perkara yang mudah bagi Ajit, mengingat harga ikan cupang yang bervariasi dari Rp10.000-an bahkan ada yang bernilai jutaan rupiah. Tentu butuh perhatian ekstra dari penjual dengan rutin memberi makan dan mengganti air ikan cupang.

Belum lama ini juga, tepatnya di hari Minggu (20/12/20), Ajit mengikuti perlombaan ikan cupang yang diadakan oleh Family Betta Sambas dan meraih juara ke empat.

“Rasanya senang banget kalau ikut kontes, bisa sekalian silaturahmi dan tentunya membuat kami sebagai orang yang hobi ikan cupang semakin semangat”, ujar Ajit seraya menunjukkan foto kemenangannya.

Berkat kecintaannya pada ikan cupang, seorang Ajit sampai pada titik membuahkan pencapaian dari hobi yang ia miliki sejak lama. Terkhusus di masa pandemic Covid-19 ini, peralihan profesinya dari seorang pemelihara menjadi penjual tentu mengukir momen tersendiri.

Walaupun peningkatan penjualan tidak selalu berjalan lancer, Ajit selalu bahagia dan bersyukur ketika ada yang membeli ikan cupang miliknya. “Hobi yang mendatangkan penghasilan juga, hehe”, ujar Ajit sambil tertawa.

Di balik semua itu, Ajit juga harus belajar menerima konsekuensi dari pekerjaannya, ia harus siap ketika ikan cupang miliknya sakit bahkan mati. Selain itu, pakan untuk ikan cupang sangat sulit ditemukan di Nanga Pinoh. Beruntung, Ajit memiliki alternatif lain dengan menggunakan pelet atau cacing beku.

Penulis: Bertha Virginia Yosmar

#JMMUAS2020