Breaking News

Bantuan Sembako Terhambat, Panti Asuhan di Salatiga Andalkan Usaha Mandiri

  • admin
  • 21/12/2020
  • Comments Off on Bantuan Sembako Terhambat, Panti Asuhan di Salatiga Andalkan Usaha Mandiri

Bogor – Tidak menerima bantuan sosial pemerintah,panti asuhan Dharma Bakti Salatiga membuka peluang usaha sendiri. Hal ini dilakukan agar dapat bertahan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Panti Asuhan yang didirikan oleh Warga Negara Amerika, Steven Westfall sejak tahun 1977 ini tengah mengalami krisis ekonomi terburuk. Pasalnya, panti asuhan yang berisi 17 anak beserta dua pengasuh tersebut kehilangan sumber penyalur dana operasional.

Yayasan pengelola panti yang lepas tanggung jawab pun menambahkan kesulitan mereka. Sejak pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia pada bulan Maret 2020, pengurus Yayasan berhenti menyalurkan dana operasional panti asuhan.

Selama ini, biaya operasional panti asuhan Dharma Bakti hanya bergantung pada dana Yayasan dan donatur tunai maupun barang.

Namun, kesulitan ekonomi dalam lingkup global turut membuat para donatur berhenti mengirimkan bantuan.

Rahayu, pengurus panti asuhan Dharma Bakti mengaku mengambil keputusan untuk mendirikan usaha mandiri bersama anak-anak penghuni panti asuhan. Hal ini dilakukannya agar tidak perlu bergantung pada Yayasan maupun donatur.

“Meskipun keadaan sulit, tapi kita tidak boleh bertumpu tangan saja, harus berusaha juga,” ungkap Rahayu.

Terkait bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Rahayu mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan berupa sembako ataupun bantuan tunai.

Padahal, selama pandemi berlangsung pemerintah telah melakukan berbagai macam bantuan terhadap masyarakat.

Bantuan yang diberikan berupa bantuan sosial tunai sebesar Rp 600.000, Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp 600.000, listrik gratis bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA, serta Bantuan Langsung Tunai usaha mikro kecil bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Menurut Rahayu, bantuan yang diterimanya dari pemerintah hanyalah berupa alat protokol kesehatan.

“Hanya ada pemberian masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan lewat yayasan panti,” ujar Rahayu.

Kendati kesulitan ekonomi yang dirasakan, aktivitas di panti asuhan Dharma Bakti tetap berjalan seperti biasa.

Setiap harinya, anak-anak penghuni panti yang duduk di bangku SMP kelas 1 hingga SMA kelas 2 melaksanakan pembelajaran daring di panti asuhan.

Selain itu, aktivitas seperti jadwal piket dan ibadah harian pun tetap terlaksana.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di antara penghuni panti asuhan Dharma Bakti, Rahayu membatasi aktivitas anak-anak di luar panti asuhan. Rahayu pun membekali setiap anak dengan hand sanitizer dan masker yang guna menjalani protokol kesehatan.

Tautan berita dalam format audio:

Anggota Kelompok:

  • Prycilia Grace
  • Vanessa Salvathea
  • Filma Dewi Lukito
  • Jack Nicolas Silaban