Breaking News

Bakso PMI, Bakso Legendaris Kebanggaan Kota Bogor

  • admin
  • 21/12/2020
  • Comments Off on Bakso PMI, Bakso Legendaris Kebanggaan Kota Bogor
Menu Andalan Bakso PMI, Sumber: Dokpri

Bogor – Dikenal dengan embel-embel PMI atau Palang Merah Indonesia, bakso legendaris ini kian hari semakin populer di kalangan pecinta kuliner. Bakso isi urat yang menjadi andalan, membuat tempat makan ini tidak pernah sepi pengunjung.

Popularitas Bakso PMI bukan datang tanpa sebab, pasalnya sejak didirikan pada tahun 1980 racikan bumbu bakso ini tak pernah berubah. Bakso PMI pertama beroperasi di belakang kantor PMI Bogor yaitu di Jalan Abiyasa Raya No. 69

Lokasi tempat bakso ini beroperasi yang menjadi cikal bakal nama Bakso PMI. Pemilik bakso populer ini kemudian menciptakan slogan dengan akronim yang sama yaitu “Puas Mantap Isinya”.

Bakso PMI yang pada awalnya didirikan oleh Bapak Wardi, kini telah dikelola oleh ketiga anaknya. Dari ketiga cabang Bakso PMI, cabang kedua didirikan sejak tahun 2006 dan berlokasi di Jl. Achmad Adnawijaya.

Setiap harinya, Bakso PMI berhasil menghabiskan sebanyak 50 kilo gram daging sapi di gerai kedua ini. “Kalau hari biasa habis 50 kilo, tapi kalau weekend bisa sampai 100 kilo,” ujar Rosida Yusuf, pegawai Bakso PMI.

Meskipun memiliki menu lain seperti mie yamin ataupun mie ayam bakso, namun menu yang paling banyak diincar pengunjung tetaplah bakso isi urat.

Bakso isi urat milik Bakso PMI berisi empat bakso polos dan satu bakso isi urat. Dilengkapi dengan bihun, mie kuning, bawang goreng, serta daun seledri. Bagi saya, yang menjadikannya spesial adalah isian bakso urat yang melimpah dan kuah kaldu yang kental.

Menu makanan di tempat ini berkisar mulai dari Rp15,000 untuk mie ayam hingga Rp 29,000 untuk mie ayam bakso besar.

Dikenal oleh banyak orang, Bakso PMI ternyata juga sempat berjuang mendapatkan pengunjung. “Engga langsung ramai waktu itu, butuh sekitar setahun dua tahun baru ramai,” ujar Rosida.

Dibalik kenikmatan Bakso PMI yang disukai banyak orang, seorang pegawai bercerita bahwa bumbu yang digunakan hanyalah bawang putih, daging sapi segar, dan lada. Tidak ada bumbu spesial yang ditambahkan.

Bakso PMI diproduksi oleh para pegawai masing-masing cabang setiap pagi. Terdapat keunikan dalam hal ini yaitu kesembilan pegawai di cabang kedua Bakso PMI menghabiskan 24 jam setiap harinya bersama-sama. Hal itu karena pemilik usaha menyediakan tempat tinggal bagi para pegawai di belakang tempat makan.

Bergabung sejak 2011, Rosida pun mengaku sempat merasa jenuh dan ingin meninggalkan pekerjaannya di tempat makan ini. Namun karena rasa kekeluargaan yang tinggi di antara para pekerja dan pemilik usaha, Rosida mengurungkan keinginannya dan tetap bekerja hingga saat ini.

Dampak pandemic Covid-19 juga dirasakan oleh usaha Bakso PMI. Omset yang didapatkan pada pembatasan sosial pertama di bulan Maret 2020 turun drastis hingga 50%.

Hal ini disebabkan oleh regulasi dari Pemerintah Kota Bogor yang melarang operasional tempat makan selama 14 hari.

Sejak Juni 2020, Bakso PMI kembali beroperasi dengan jam operasional yang disesuaikan dengan regulasi Pemkot Bogor. Tentunya dengan menerapkan protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Fasilitas kebersihan di Bakso PMI, Sumber: Dokpri

Mulai dari pukul 11.00 hingga pukul 18.00 hari Senin-Minggu, pengunjung dapat menikmati kenikmatan Bakso PMI yang sudah tidak diragukan lagi.

Popularitas yang dimiliki tempat makan ini, telah menjadikannya salah satu ikon kebanggaan Kota Bogor.

Berbagai macam pengunjung dari luar kota rela jauh-jauh mengunjungi Bakso PMI hanya untuk mencicipi kenikmatannya.

Bahkan, Bakso PMI pernah dikunjungi oleh wisatawan asal Bali yang datang khusus untuk menikmati menu andalan mereka, bakso isi urat.

Hal lain yang membuat tempat makan ini unik adalah nilai autentiknya. Bakso PMI hanya dapat ditemukan di Bogor dan tidak berniatan untuk membuka cabang di kota lain.

“Sengaja cuma dikit buka cabangnya, biar orang penasaran datang kesini. Biar spesial, jadi ciri Bogor,” ungkap Rosida.

Berita Audio

Anggota Kelompok:

  • Prycilia Grace
  • Vanessa Salvathea
  • Filma Lukito Dewi
  • Jack Nicolas Silaban