Breaking News

Nadia, Potret Semangat Difabel Tuli Sekolah Daring

  • admin
  • 20/12/2020
  • Comments Off on Nadia, Potret Semangat Difabel Tuli Sekolah Daring

YOGYAKARTA (25/11/2020) – Nadia Fathikasari (17) adalah seorang tunarungu. Keterbatasannya justru memotivasi dirinya untuk semangat menempuh sekolah.

Nadia duduk dibangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sleman. Semenjak pandemi Covid-19, Nadia bersekolah secara daring. Ia mengungkapkan bahwa sekolah daring merupakan hal yang unik karena belum pernah ia lakukan sebelumnya. “Sempat takut sekolah daring, tetapi boleh dicoba,” ungkapnya.

Nadia mengatakan bahwa sekolah daring setiap hari mengerjakan tugas. Selain itu, Nadia juga bercerita bahwa sebagai seorang difabel, banyak tantangan yang harus ia laluinya untuk sekolah secara daring.  “Harus benar-benar belajar dengan keras untuk memahami penjelasan guru,” kata Nadia.

Nadia mengakui bahwa hambatan mengikuti sekolah daring yaitu susahnya menerima penjelasan dari guru. “Kadang materi tertentu, tidak paham sama sekali apa yang dijelaskan guru,” tegas Nadia. 


Nadia sedang mengerjakan tugas | dok.istimewa

Nadia juga menyampaikan kendala lainnya sekolah daring, seperti sinyal yang buruk membuatnya kurang nyaman. “Rumah agak di pelosok, jadi sering keganggu sinyalnya,” kata Nadia. Nadia juga menambahkan kendala terkait penjelasan dari guru yang kurang jelas akibat berbicara terlalu cepat. “Sulit dipahami ketika guru berbicara terlalu cepat. Aku merasa kelabakan menerjemahkan bahasa bibir,” jelasnya.

Maka, Nadia memutuskan sering bertanya dengan teman dekat sekelasnya untuk meminta catatan penjelasan. “Teman suka membantu memberikanku catatan tambahan saat aku bertanya melalui chat WhatsApp,” ujarnya. Selain itu, alternatif lain Nadia dijelaskan ulang langsung dengan guru yang bersangkutan.

Nadia bersekolah secara daring melalui Zoom. Setiap Senin-Kamis dan Sabtu bersekolah dari pukul 07.00-13.00 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat bersekolah dari pukul 07.00-13.00 WIB. “Hanya hari Minggu saja yang libur,” kata Nadia.

Selain itu, Nadia juga mengakui bahwa sekolah secara daring membuat dirinya bosan. “Bosan dirumah terus,” ungkapnya. Nadia bercerita, aktivitas yang dijalankan setiap harinya hanya di kamar saja duduk. Sepulang sekolah hanya mengerjakan tugas sampai larut malam.

Beruntungnya, Nadia mempunyai teman untuk diajak berbicara melalui video call-nya baik dari teman sekolahnya ataupun teman tulinya. “Kalau tidak boleh berpergian dan dirumah terus, video call bersama teman-teman jika merasa bosan atau istirahat mengerjakan tugas,” kata Nadia.


Nadia sedang belajar | dok.istimewa

Aktivitas setiap harinya selama sekolah daring selain mengerjakan tugas, kadangkala membantu ibunya. “Kalau pas tidak sibuk aja dalam mengerjakan tugas,” terang Nadia. 

Sementara,  Ibu Nadia yang bernama Sri Nuryati (41)  mengungkapkan bahwa Nadia adalah gadis yang rajin dan mempunyai semngaat belajar. “Maka dari itu, Nadia lebih memprioritaskan mengerjakan tugas sekolah terlebih dahulu,” terang Nury.

 Sri juga menjelaskan bahwa ketika Nadia sibuk sekolah dan mengerjakan tugas fokus. “Sehingga tidak bisa diganggu gugat. Mengerjakan tugas hingga larut malampun ia lakukan demi memperjuangkan dirinya disekolah,” tegas Nury.

Lebih lengkapnya simak diaudio berikut ini :

Silahkan Mendegarkan

Salam hangat kami dari Kelompok 7 JMM Kelas A 2020/2021

Grace Paramitha 180906496

Yudha Setya Nugraha 180906506

Maria Fransiska Ayu Diva Yulita 180906652

Mardyaning Christ Cahyarani 180906671