Breaking News

Kisah Pecinta Lama Hortikultura Tanaman Hias Selama Pandemi Covid-19

  • admin
  • 20/12/2020
  • Comments Off on Kisah Pecinta Lama Hortikultura Tanaman Hias Selama Pandemi Covid-19

Sejak pandemi COVID-19 melanda, tren tanaman hias kian digandrungi masyarakat Indonesia. Momen ini dimanfaatkan para pecinta lama untuk kian menggeluti hobi dunia hortikultura ini.

Untuk kamu yang ingin tahu seperti apa fenomena hortikultura di masa pandemi beserta dampaknya, ada podcast singkat yang sayang kamu lewatkan.

Menekuni Hobi Lama

Bicara soal tanaman hias, begonia polkadot (Begonia maculata) adalah koleksi pertama yang dibeli Albert. Pria asal Gresik yang telah mengenal tanaman sejak kecil dan kian mencintai anugerah alam ini kala beranjak dewasa.

“Dari kecil itu terbiasa ada hubungan yang khusus sama tanaman. Semenjak ada isu tentang global warming dan belajar arsitektur yang punya public space, membantu knowledge bahwa tanaman ini sepenting ini buat kehidupan,” ungkap Albert.

Mulai dari sirih gading lemon, janda bolong, kalatea, hingga white silver adalah beberapa tanaman hias yang Albert miliki di rumah.

Foto beberapa tanaman hias milik Albert.
Beberapa tanaman milik Albert (via Whatsapp video call)

Sementara itu, dalam wawancara pada Minggu (20/12/20), Albert mengungkapkan bahwa fenomena tanaman hias kala pandemi ia maknai lebih dari sekadar tren. Baginya, aktivitas ini adalah sebuah kecintaan terhadap tanaman, terlepas tanaman itu mahal ataupun murah.

Selain itu, ia juga makin memahami seluk beluk perawatan tanaman hias selama pandemi. “Saya belajar otodidak melihat kondisi tanah,” ujarnya.

Kecintaan terhadap tanaman hias ini kemudian tercermin dari usahanya menemukan tanaman yang diinginkan. Waktu seminggu bahkan tak cukup dalam pencarian, sebab ia harus menemukan penjual yang tepat sekaligus harga yang sesuai. “Harus pinter mencari toko tanaman yang lebih pelosok. Kayak hidden gems. Saya tim seratus ribu harus dapat banyak,” ungkapnya sambil tertawa.

Sehari-harinya, ia bahkan selalu menyempatkan diri untuk selalu memastikan tanamannya telah disiram dan terawat dengan baik. Baginya, hal ini adalah hobi pribadi yang punya hubungan timbal baik. “Ketika kita merawat suatu tanaman, ia akan merawat kita juga,” jelas Albert.

Tak berhenti sampai di situ, kecintaannya pada hortikultura berlanjut dengan membuka usaha kerajinan pot tanaman dari tanah liat. Diberi nama semai.disini, usaha yang ia mulai sejak pandemi ini bahkan mempunyai banyak peminat. “Paling jauh sampai ke Palembang, Jambi, Padang,” ujar Albert.

Pot terakota Dhewe milik Tokopedia semai.disini
sumber: Tokopedia semai.disini

Tak Semua Meningkat

Meski trennya meningkat, tak semua pebisnis hortikultura tanaman hias melihat pandemi ini sebagai momen peningkatan penjualan.

Izal petani asal Sumatera Barat misalnya, menyebutkan bahwa pendapatan tanaman hiasnya menurun. “Selama corona ini merosot,” tegas Izal yang telah memulai usaha hortikultura sejak 15 tahun lalu ini.

Kebun yang ia kelola di rumah juga sepi pengunjung, terutama turis luar kota yang biasa membeli tanaman di kebun rumahnya. Alhasil, fokus dagangan di bidang hortikultura pun lebih diutamakan pada tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.

Penulis: Frederica Nancy Sjamsuardi/ 180906702

JMMUAJY2020 UAS2020