Breaking News

Menilik Pameran Tahunan “Jayengtilam” di Museum Sonobudoyo

  • admin
  • 20/12/2020
  • Comments Off on Menilik Pameran Tahunan “Jayengtilam” di Museum Sonobudoyo

Yogyakarta (13/12/20) – Museum Sonobudyo kembali gelar pameran tahunan bertajuk Jayangtilam. Pameran temporer ini angkat tema sastra lisan.

Istilah Jayengtilam berasal dari kata jayang ing tilam atau berjaya di peraduan. Pengambilan istilah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali cerita-cerita di masyarakat.

Sastra lisan mengangkat tradisi-tradisi seperti bercerita sebelum tidur. Sehingga tradisi ini lekat dengan kehidupan masyarakat secara langsung.

Menurut Andies Banudya, Koordinator Gallery Sitter, tajuk pameran ini ada hubungannya dengan cerita tokoh Panji.

“Panji itu kan ceritanya justru dari masyarakat, lalu kemudian diangkat dalam bentuk topeng dan sastra”, tutur Andies.

Andies mengatakan pameran ini  mengemas cerita lisan dalam bentuk yang berbeda. Melalui ruangan podcast, pengunjung dapat mendengarkan cerita lisan.

“Orang-orang kan lagi senang podcast, nanti ada cerita tentang mitos Ratu Kidul kurang lebih 10 menit”, ucap Andies.

Konsep baru ini dirasakan juga oleh pengunjung. Salah satu pengunjung pameran Jayengtilam merasa pameran di Museum Sonobudoyo semakin menarik tiap tahunnya.

“Ruangan podcast sih jadi daya tarik. Soalnya disitu kita bisa mendengarkan secara langsung bentuk tradisi lisan dalam bentuk podcast”, ucap Ocha salah satu pengunjung pameran.

Pameran Jayengtilam tidak hanya sekedar pameran saja. Setiap malam minggu, ada pertunjukkan Wayang Beber sebagai acara pendukung.

Selain itu, pameran Jayengtilam semacam melakukan diskusi dengan berbagai komunitas. Komunitas-komunitas tersebut antara lain, komunitas Jawasastra, Kawung, yang bercerita mengenai sastra lisan dan mitos.

“Jadi ada kolaborasinya, biar pameran ini tidak hanya pameran saja. Tetapi ada acara pendukungnya”, pungkas Andies.

Pameran ini dilaksanakan sejak tanggal 6 November hingga 31 Desember 2020. Pameran ini dibuka pukul 09.00 -21.00 WIB.

Pameran di Museum Sonobudoyo ini tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selama di dalam museum, pemakaian masker harus terus dilaksanakan. Ketika hendak masuk pameran, pengunjung harus melakukan pengecekan suhu yang nanti akan dibantu petugas.

Pengunjung yang hendak menyaksikan pameran, tidak dipungut biaya apapun. Jika pengunjung membawa kendaraan pribadi dapat menempatkannya di halaman Museum Sonobudyo.

Diliput oleh Maria Aufrida dan Laurencia Eprina

Kelompok 5:

Novenna Putri 140905256
Johan Prabowo 170906471
Maria Aufrida 180906505
Laurencia Eprina 180906534
Iwan marpaung 180906613