Breaking News

Berani Undang Khalayak, Kelola Art Fest #5 Wajibkan Protokol Kesehatan

  • admin
  • 20/12/2020
  • Comments Off on Berani Undang Khalayak, Kelola Art Fest #5 Wajibkan Protokol Kesehatan

Podcast oleh Be Berlian Projustitiani

YOGYAKARTA – Pandemi COVID-19 membuat para pelaku kesenian harus beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru demi kesehatan bersama. Kelola Art Fest (KAF) #5 yang diadakan oleh jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta tetap hadir secara langsung di Galeri R.J. Katamsi dan Concert Hall ISI dengan mewajibkan protokol kesehatan pada para pengunjung.

Kelola Art Fest adalah festival tahunan yang diselenggarakan oleh jurusan Tata Kelola Seni sebagai bagian dari project angkatan. Tahun 2020 ini KAF #5 mengusung tema Neo Pop-Culture sebagai upaya merespon budaya baru di tengah situasi pandemi melalui perspektif seni. Event tersebut diselenggarakan pada 4-6 Desember dengan mengangkat tiga konten utama : pertunjukan, screening dan pameran.

Poster Kelola Art Fest #5, digelar oleh jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta di Galeri R.J. Katamsi dan Concert Hall ISI pada tanggal 4-6 Desember 2020, dimeriahkan pertunjukan intim (intimate gigs), pemutaran film (film screening) dan dapat diakses secara online melalui YouTube Tata Kelola Seni, juga Instagram kelola art fest.

“Berdasarkan pertimbangan pihak-pihak yang bertanggung jawab, kami mengadakan pameran baik secara offline (luring), maupun online (daring) di YouTube Tata Kelola Seni,” ungkap Ronang Kennylas Dofi, ketua panitia KAF #5 ketika dihubungi melalui panggilan video, Selasa (15/12). 

“Kami sepakat untuk membatasi penonton sebanyak 20 orang karena ruangannya luas sehingga bisa untuk jaga jarak,” kata Ronang. Selain menjaga jarak, pameran yang dimeriahkan dengan screening film dan intimate gigs ini juga dibagi menjadi tiga sesi berkunjung, dari pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB. 

Panitia KAF #5 menyediakan hand sanitizer di meja registrasi pengunjung dan mewajibkan penggunaan masker di area pameran serta concert hall. Calon pengunjung disarankan melakukan registrasi secara online terlebih dahulu sebelum datang ke pameran. Namun, masih memungkinkan bagi bagi mereka untuk registrasi secara langsung jika registrasi online penuh. 

Meja registrasi pengunjung KAF #5 yang menyediakan hand sanitizer dan wajib mengenakan masker di Galeri R.J. Katamsi dan Concert Hall ISI, Jumat (6/12).

 “Seru (acaranya), di tengah pandemi yang semuanya serba sulit. Acara offline tetapi dibatasi dan tetap mengikuti protokol kesehatan tetap meriah, kami sebagai pengisi acara tetap mendapatkan feedback yang worth it,” ujar Agus, salah satu penampil intimate gigs dari band Honest Pineapple, ketika dihubungi via panggilan video, Selasa (15/12). 

Namun Agus mengaku, pada pelaksanaannya, penerapan konsep registrasi online dan jaga jarak tidak efektif. “Entah bagaimana, nggak efektif, karena sepengamatanku, pada bagian restriksi dan keamanan masih ada penonton dari sesi sebelumnya, atau orang luar ternyata masih bisa masuk,” jelas Agus yang tampil sesi pertama pada hari pembukaan pameran.

Ruangan intimate gigs KAF #5 dengan mewajibkan protokol kesehatan menjaga jarak antar penonton di Galeri R.J. Katamsi dan Concert Hall ISI, Jumat (6/12).

“Aku nggak tahu, ya, kebenarannya seperti apa, tetapi aku pun nggak registrasi dan bisa masuk di sesi ketiga. Aku pikir bisa seketat itu, tetapi ternyatan nggak,” ungkap Agus. “Penonton sebenarnya tertib, pakai masker. Hanya bagian jaga jarak yang masih kurang,” pungkasnya. 

Gintang Win Gemintang, wakil ketua panitia KAF #5, melalui panggilan video mengatakan, jumlah pengunjung acara sangat melebihi ekspektasi panitia. “Pengunjung hari pertama terhitung sebanyak 135, lalu hari kedua turun menjadi sekitar 50 orang, dan hari ketiga hampir dihadiri 200 pengunjung dari pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB,” tambah Ronang.

Konser luring di tengah situasi pandemi memang riskan, namun panitia KAF #5 berani menjawab kerinduan teman-teman pecinta musik dan musisi yang merindukan tampil di depan live audience. Dengan menerapkan protokol yang tepat dan ketat, nyatanya acara pun dapat berjalan dengan lancar.

Ditulis oleh Amadeus Raema Yoratian (150905609), Bernadeta Berlian P (180906608), Katarina Widhi Arneta Sari (180906583), Rustiningsih Dian P (180906622)