Breaking News

Refleksi Mata Kuliah Jurnalisme Multimedia Kelompok 12

  • admin
  • 08/12/2020
  • Comments Off on Refleksi Mata Kuliah Jurnalisme Multimedia Kelompok 12

Rufus Christian (180906492) 

Jurnalisme Multimedia, ketika mendengar nama mata kuliah ini saya membayangkan bagaimana kegiatan jurnalistik yang secara umum dilakukan dalam media massa, meluas ke media sosial. Dengan bekal ekspektasi tersebut, sepersekian persen dari ekspektasi saya terjawab setelah mengikuti kuliah, namun ada banyak hal di luar ekspektasi yang ternyata diajarkan dalam mata kuliah Jurnalisme Multimedia.

Pemberian tugas sebenarnya tidak berat, namun dikarenakan kuliah berbentuk online saya jadi cukup kesulitan dalam meng-”handle” tugas-tugas yang diberikan, tidak hanya dari mata kuliah Jurnalisme Multimedia, tetapi mata kuliah yang lain juga. Hal ini membuat saya beberapa kali tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan.

Secara keseluruhan, mata kuliah ini sangat menarik dan seru. Mengajarkan menjadi jurnalis di era digital dengan berbagai bentuk konten di macam-macam platform yang dapat digunakan untuk memberikan informasi.

Terkait portofolio, terdapat beberapa artikel yang dicekal karena hak cipta dan baru disadari ketika pengecekan.

[Portofolio]

[KOMPASIANA] Narasi, Media Informatif pada Era Media Baru; Views: 31; link: 

https://www.kompasiana.com/rufusch/5f56ed8d5a74dc2b97304634/narasi-media-informatif-pada-era-media-baru

[KOMPASIANA] Apa Bedanya Jurnalisme Online dan Jurnalisme; Views 22; Link:

https://www.kompasiana.com/rufusch/5f6056b89cac1b5a6371c823/apa-bedanya-jurnalisme-online-dan-jurnalisme-multimedia

[KOMPASIANA] Jurnalisme Online, Idealisme atau Keberlangsungan; Views 5; Link:

https://www.kompasiana.com/rufusch/5f95b1d78ede481b2068fba2/jurnalisme-online-idealisme-atau-keberlangsungan-hidup

Jumlah Views Kompasiana: 58

[Post Photo Story] Sortir Sampah; Like: 240; Link: 

https://www.instagram.com/p/CHrecblp6ni/?utm_source=ig_web_copy_link

[Video Berita] Kapolri Meminta Polisi Bertindak Tegas kepada MIT; Views: 517; Likes: 119; Link: 

https://www.instagram.com/p/CIPnYA_JDEH/?utm_source=ig_web_copy_link

[Anchor] Korea Utara Melarang Merokok di Tempat Umum; Play 1; Link: 

Valencia Yuniarti Sutjiato (180906498) 

Saya mengawali rangkaian perkuliahan di semester 5 tanpa ekspektasi apapun. Menjalani perkuliahan secara daring dari rumah tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Sebagai seorang mahasiswa dengan konsentrasi studi Komunikasi Massa dan Digital, saya berpikir tugas kuliah akan sangat padat dan melelahkan. Hal ini diperkuat dengan testimoni kakak tingkat yang berkata bahwa semester 5 akan sangat berat. Jujur, saya tidak terlalu peduli dengan testimoni orang lain. Saya punya prinsip untuk berani merasakan segala pengalaman, bukan dengar dari kata orang.

Jurnalisme Multimedia merupakan salah satu mata kuliah yang saya pikir akan sangat melelahkan. Saya berpikir pasti akan ada banyak praktik di mata kuliah ini. Hal tersebut pun terbukti, setiap minggu selalu ada tugas untuk menulis di Kompasiana dan ada target untuk membuat berita bersama kelompok.

Ada banyak pengetahuan baru yang saya dapat ketika pekerjaan mahasiswa diulas oleh dosen. Saya jadi menyadari kalau praktik itu sangat penting. Ada banyak artikel yang berisi cara membuat konten digital, namun ini tidak berarti jika hanya dibaca.

Mata kuliah ini tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana cara membuat konten multimedia. Saya belajar untuk punya rasa tanggung jawab terhadap konten yang saya buat. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya dituntut untuk akurat dalam memberikan informasi.

Satu hal yang tidak saya pikirkan pada saat mengikuti mata kuliah ini, yaitu keseruan. Tanpa disadari, tugas-tugas yang diberikan membuat saya terbiasa untuk membuat konten di platform digital. Kegiatan tersebut sangat seru bagi saya.

Saya memang menggemari dunia seni visual sejak SMP. Saya sangat tertarik dengan bidang videografi dan fotografi sejak saat itu. Di mata kuliah Jurnalisme Multimedia, saya dapat mempelajari dua bidang tersebut dari sudut pandang seorang jurnalis.

Ada banyak perbedaan ketika karya visual ditujukan untuk sebuah seni dan karya jurnalistik. Pada karya jurnalistik, saya diwajibkan untuk memuat informasi secara jelas namun tetap indah. Ini adalah hal baru bagi saya.

Memang perkuliahan ini berlangsung cukup padat, namun sangat informatif dan menyenangkan. Sesi kuliah bersama praktisi juga sangat menambah wawasan dalam melakukan praktik Jurnalisme Multimedia.

Saya juga menemukan sebuah fakta baru, yaitu Jurnalisme Multimedia bukan sekadar multi-platform. Setiap elemen dengan penggunaan media berbeda memiliki tujuan untuk saling melengkapi informasi.

Salah satu media yang digunakan dalam Jurnalisme Multimedia, yaitu audio dalam bentuk podcast. Belajar dari Jurnalisme Multimedia, audio yang diambil harus didasari riset agar informasinya akurat dan lengkap. Pengetahuan tersebut menjadi bekal saya dalam memproduksi konten audio.

Mata kuliah Jurnalisme Multimedia membuat saya dan teman saya, Damarra, terpacu mengikuti sebuah lomba podcast nasional. Lomba ini diadakan oleh UPN “Veteran” Yogyakarta dengan tajuk “REAKSI”.

Saya dan Damarra mengawali pembuatan materi dengan menggunakan riset data di internet. Kemudian, data tersebut disandingkan dengan teori yang sudah ada. Materi yang sudah final dikemas dengan gaya obrolan santai dan berfokus pada pembentukan theater of mind pendengar.

Sayangnya, kami hanya sampai pada posisi finalis. Ini sudah cukup menjadi kebanggan untuk saya pribadi. Berada pada posisi lima besar dari sekian banyak peserta bukanlah hal yang buruk.

Mata kuliah Jurnalisme Multimedia telah mengajarkan saya banyak hal baru. Awalnya memang nampak sulit, namun ternyata sangat menyenangkan. Sudah sewajarnya kalau mahasiswa banyak tugas. Masa depan bangsa harus siap dengan banyak bekal dan bermental baja, bukan?

Saya punya harapan lewat pembelajaran Jurnalisme Multimedia ini. Suatu hari nanti, ketika saya menjadi seorang kreator di industri kreatif, saya ingin punya banyak konten yang berkualitas dan bermanfaat.

Proses dari perkuliahan ini memberi banyak bekal untuk saya secara pribadi. Entah jadi apapun nantinya, logika berpikir dalam pembuatan konten pasti akan saya gunakan. Terima kasih Mas Boi untuk segala ilmunya.

Rangkuman Portofolio:

[Kompasiana] Kilas Balik Jurnalisme Online, Harian Republika sebagai Media Online Pertama di Indonesia. (1 September 2020), 101 views. Tautan: 

https://www.kompasiana.com/valenciayuniarti3245/5f4dc07a097f3671bd60e7d2/kilas-balik-jurnalisme-online-harian-republika-sebagai-media-online-pertama-di-indonesia

[Kompasiana] Mengapa “The Conversation Indonesia” Dapat Disebut sebagai Media Baru? (8 September 2020), 44 views. Tautan:

https://www.kompasiana.com/valenciayuniarti3245/5f57003f097f36411868eac2/mengapa-the-conversation-indonesia-dapat-disebut-sebagai-media-baru

[Kompasiana] Sama-sama Terkoneksi dengan Internet, Inilah Perbedaan dari Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia. (15 September 2020), 49 views. Tautan:

https://www.kompasiana.com/valenciayuniarti3245/5f6042239cac1b1b4375a0c6/sama-sama-terkoneksi-dengan-internet-inilah-perbedaan-dari-jurnalisme-online-dan-jurnalisme-multimedia

[Kompasiana] Helsingin Sanomat dan Perkembangan Media Online di Finlandia. (22 September 2020), 20 views. Tautan:

https://www.kompasiana.com/valenciayuniarti3245/5f69896add39436b9a570da7/helsingin-sanomat-dan-perkembangan-media-online-di-finlandia

[Kompasiana] Media Online, Filter Bubble, dan Polarisasi Masyarakat di Internet. (26 Oktober 2020), 74 views. Tautan:

https://www.kompasiana.com/valenciayuniarti3245/5f95c0128ede483d5b1b8282/media-online-filter-bubble-dan-polarisasi-masyarakat-di-internet

[Kompasiana] Peningkatan Risiko Kesehatan pada Wanita Hamil yang Terinfeksi COVID-19. (10 November 2020), 53 views. Tautan:

https://www.kompasiana.com/valenciayuniarti3245/5faa6c0bd541df0e8c752d38/peningkatan-risiko-kesehatan-pada-wanita-hamil-yang-terinfeksi-covid-19

Total views Kompasiana : 341

[Photo Story] Pasar Malam Kasepuhan. 46 Likes.

Tautan: https://www.instagram.com/p/CHpkp47sTss/

[News Video] Efektivitas Vaksin Moderna Capai 94,1%. 98 views. 24 likes.

Tautan: https://www.instagram.com/p/CIO-1zvl1dD/

[Audio] Peningkatan Risiko Kesehatan pada Wanita Hamil yang Terinfeksi COVID-19.

Tautan: https://anchor.fm/valencia-yuniarti/episodes/Peningkatan-Risiko-Kesehatan-pada-Wanita-Hamil-yang-Terinfeksi-COVID-19-em8irg

Tautan tambahan:

Finalis Lomba Podcast Reaksi UPN “Veteran” Yogyakarta 2020.
Tautan: https://www.instagram.com/p/CG2KRpCBFM4/?igshid=yw03lzaaitoe

Damarra Kartika Sari (180906499) 

Saya memasuki tahun ketiga menjadi mahasiswa dengan kuliah #dirumahaja sebagai respon pandemi Covid-19. Salah satu mata kuliah wajib tempuh konsentrasi studi Media Massa dan Digital adalah Jurnalisme Multimedia (JMM). 

Saya hadir pada kelas daring JMM dengan berbekal kepedean maksimal yang ternyata salah. Ekspektasi saya JMM “hanya” belajar soal produksi berita, lantas diunggah melalui berbagai media Ya namanya juga multimedia, banyak media. Ternyata, pemahaman konsep “multimedia” saya salah. 

Dalam mata kuliah JMM saya baru mengetahui bahwa jurnalisme multimedia tidak sama dengan jurnalisme online. Jadi, bukan sekadar buat konten terus unggah ke berbagai media. Konsep “multimedia” yang dimaksud ternyata dalam satu produk berita, setidaknya harus ada tiga media. 

Lebih dari tiga media yang dihadirkan dalam sebuah produk jurnalistik, harus menjadi komplemen bagi satu sama lain. Sehingga, informasi yang disajikan bisa semakin utuh atau lengkap, bukan hanya sekadar mengulang antar media yang digunakan.. 

Selama ini, orang lain menilai saya memiliki kemampuan dalam hal menulis atau berbicara. Tidak jarang yang meminta saya memproduksi karya yang berkaitan dengan bidang tersebut. Namun, kendala terbesar masih berakar dalam diri saya sendiri. Kadang terlalu takut, tidak percaya diri, tidak yakin karya saya dapat diterima, atau bahkan akhirnya malas untuk berkarya. 

Melalui mata kuliah JMM, Mas Boi “memaksa” mahasiswa untuk berkarya secara konsisten dalam setiap minggunya. Harus ada karya yang dihasilkan sebagai implementasi teori yang sudah dipelajari. Masih minder? Tentu. Masih malas? Sering. Namun, setidaknya ada proses maju dalam portofolio saya.  

Isu “Artikel Pilihan” sempat menjadi keresahan bagi saya. Artikel yang saya tulis setiap minggu dan diunggah ke Kompasiana, tidak ada yang menjadi “Artikel Pilihan”. Sementara, banyak diantara teman saya yang artikelnya terpilih. Jumlah views pada Kompasiana juga awalnya menjadi kekhawatiran, tapi akhirnya justru menjadi bahan bakar. “Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa?”, pikir saya. 

Ilmu yang telah dibagikan Mas Boi, saya pelajari kembali, sehingga praktik penulisan maupun karya jurnalistik saya semakin baik. Terbukti, saat Ujian Tengah Semester, saya menulis artikel yang berangkat dari keresahan terhadap praktik jurnalisme multimedia di Indonesia. Saya garap artikel tersebut dengan sungguh, sehingga akhirnya dapat menjadi salah satu “Artikel Pilihan” dalam laman Kompasiana saya. 

Saya juga belajar “jatuh cinta” dengan feedback melalui mata kuliah ini. Apapun bentuk feedback yang saya terima, baik positif, negatif, kritik, dan saran selalu saya nantikan. Mengapa demikian? Karena saya tahu bahwa hal tersebut yang mengingatkan dan membantu untuk berkarya lebih baik lagi. Ternyata masih ada beberapa hal yang harus saya perhatikan, ada beberapa titik yang masih missed, dan sebagainya. 

Hal tersebut membawa pada pemikiran, kalau mau berkarya ya kayak slogan Tokopedia, yaitu #MulaiAjaDulu. Semua yang kita lakukan sekarang adalah proses, tidak perlu memikirkan apakah akan diterima, responnya seperti apa, dan lain sebagainya. Mulai dan jadi konsisten itu kunci penting yang diajarkan Mas Boi melalui JMM! 

Hal lain yang tidak disangka adalah masuk dalam finalis lima besar lomba Podcast REAKSI 2020 bersama dengan Valen. Sungguh, kami tidak berekspektasi banyak. Namun, mulai dari penyusunan, sampai pada take podcast, kami sangat terbantu dengan mata kuliah JMM. Hampir semua hal penting yang diajarkan Mas Boi kami terapkan dalam proses produksinya. 

Seperti bagaimana harus menyusun topik dengan riset, penyusunan naskah dengan 5W1H, sisi kemenarikan yang ditonjolkan, harus ada repetisi, dan banyak hal lain menjadi pegangan kami. Hal-hal kecil seperti itu yang akhirnya membawa kami sampai tergolong dalam lima besar. Komentar juri terhadap karya kami pun baik. Seperti adanya theater of mind dalam podcast, alur pembahasan yang rinci dan jelas, hingga topik pembahasan yang menarik juga tercatat. 

Kalau JMM tidak menjadi mata kuliah wajib, saya akan tetap memilih JMM. Belajar banyak tapi menyenangkan! Tempat untuk tidak takut salah juga, karena semuanya sama-sama belajar. Terima kasih Mas Boi sudah banyak berbagi dan membuat suasana kelas jadi menyenangkan! 

Rangkuman portofolio: 

[Kompasiana] Cerita Soal Internet (1 September 2020), 172 views. Tautan: https://www.kompasiana.com/damarrakar/5f4dd897097f3619c079c542/cerita-soal-internet 

[Kompasiana] Bedah Karakteristik Media Baru Lewat VICE Indonesia (8 September 2020),  47 views. Tautan: https://www.kompasiana.com/damarrakar/5f57230a097f3636914548e2/bedah-media-baru-lewat-vice-indonesia 

[Kompasiana] Terdengar Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Jurnalisme Online dan Multimedia (15 September 2020), 24 views. Tautan: https://www.kompasiana.com/damarrakar/5f60583fd541df10f179e342/terdengar-serupa-tapi-tak-sama-ini-perbedaan-jurnalisme-online-dan-multimedia 

[Kompasiana] Internet Korea Selatan Kok Bisa Jadi yang Tercepat di Dunia Ya? (22 September 2020), 233 views. Tautan: https://www.kompasiana.com/damarrakar/5f69951f097f36475207bfb2/internet-korsel-kok-bisa-jadi-yang-tercepat-di-dunia-ya 

[Kompasiana] Krisis Jurnalisme Multimedia di Indonesia Lewat Kacamata Jurnalis (26 Oktober 2020), 29 views. Tautan: https://www.kompasiana.com/damarrakar/5f9639ba8ede486352617292/krisis-jurnalisme-multimedia-di-indonesia-lewat-kacamata-jurnalis 

Total jumlah views Kompasiana: 505 views 

[Instagram] Storyline: Sate Padang Uda Ajo (17 November 2020), 129 likes, 29 comments. Tautan: https://www.instagram.com/p/CHroJu1M6xr/ 

[Instagram] Video: 100 Tahun Tenang, Gunung Ile Ape Kembali “Siaga” (1 Desember 2020), 291 views. Tautan: https://www.instagram.com/p/CIPgCX1nFx8/ 

[Anchor] [03] Article’s Complement 1 (10 November 2020) 07:03 menit, 0 plays. Tautan: https://anchor.fm/rara-damarra/episodes/03-Articles-Complement-1-em93th 

[Anchor] [04] Article’s Complement 2 (21 November 2020) 02:20 menit, 0 plays. Tautan: https://anchor.fm/rara-damarra/episodes/04-Articles-Complement-2-empvt1 

[LOMBA REAKSI PODCAST] Finalis (5 Besar) Lomba Podcast Reaksi UPN “Veteran” Yogyakarta 2020. Tautan: https://www.instagram.com/p/CG2KRpCBFM4/?igshid=yw03lzaaitoe

Cornelia Maria Radita (180906663) 

Semester 5 segera berakhir, begitu pula dengan mata kuliah Jurnalisme Multimedia (JMM) yang sudah berada di penghujung pertemuan sebelum Ujian Akhir Semester. Banyak pengalaman serta pelajaran yang saya dapat setelah mengikuti mata kuliah JMM.

Melewati semester 5 dengan kuliah jarak jauh bukan hal yang mudah bagi saya. Hal tersebut turut saya rasakan ketika mengikuti mata kuliah yang dibimbing oleh Bapak Yohanes Widodo atau akrab diundang Masboi. Semester 5 ini adalah kali pertama saya mengikuti mata kuliah yang dibimbing Masboi. Adaptasi dengan sistem pembelajaran tentu diperlukan.

Mulanya saya merasa kesulitan karena tugas pertama yang diberikan adalah menulis artikel di Kompasiana. Sebelumnya saya tidak pernah menulis artikel, hal itu membuat saya bingung mengenai bagaimana seharusnya menuliskan artikel di media online yang baik dan menarik.

Artikel pertama saya berjudul ‘Menilik Lebih Jauh Perkembangan Internet dan Jurnalisme Online’. Artikel tersebut masih sangat jauh dari kata baik dan menarik. Hal tersebut dilihat mulai dari paragraf yang sangat gendut, kurangnya gambar yang disisipkan, dan tulisan yang masih sangat baku seperti penulisan ilmiah.

Tiga minggu pertama adalah minggu-minggu yang paling berat bagi saya ketika mencoba beradaptasi dengan mata kuliah JMM, khususnya pada tugas menulis artikel. Saya kerap mengeluh di tiga minggu pertama itu, sebab saya masih belum bisa menikmati kegiatan menulis. Saya merasa bahwa tugas yang diberikan tiap minggu sangatlah berat.

Namun, seiring waktu berjalan, pada pertemuan ke-4 saya sudah mulai menikmati kegiatan menulis artikel online. Saya menyadari bahwa menulis adalah hal yang menyenangkan, walau banyak kaidah yang perlu diperhatikan namun setelah terus-menerus diasah melalui tugas, saya mulai terbiasa dan menikmati.

Hal yang paling membuat saya akhirnya sangat bersemangat yaitu pada pertemuan ke-4 ketika artikel saya dicek oleh Masboi. Sebelumnya saya selalu takut ketika pengecekan artikel dan nama saya dipanggil, saya merasa tidak percaya diri dengan tulisan artikel saya. Namun, pertemuan ke-4 ini memberikan saya banyak pelajaran.

Saat itu, satu jam sebelum sesi saya baru menyadari bahwa artikel saya di-take down karena judul yang ternyata sudah pernah dituliskan sebelumnya. Akhirnya saya ubah judul artikel menjadi ‘Intip Beda Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia’. Dan ternyata artikel saya dipilih untuk dicek oleh Masboi. Perasaan takut ketika itu sangat mendominasi diri.

Pada pertemuan sebelumnya, saya yang biasa malas mencatat banyak terpaksa harus memaksa diri untuk mencatat banyak hal penting ketika menulis artikel online. Dan ketika artikel saya dicek Masboi, saya senang dan lega karena nyatanya tidak semenakutkan itu, saya justru dapat belajar lebih banyak.

Mulai dari situ, saya semakin bersemangat menulis. Saya semakin mengerti bagaimana bahasa yang baik digunakan dalam penulisan jurnalistik online, penyusunan paragraf supaya tidak gendut, langkah untuk membuat tampilan artikel tidak membosankan, dan hal itu tentunya dilakukan dengan tetap mempertahankan kaidah jurnalistik 5W + 1H.

Lama-kelamaan saya juga merasa bahwa tugas-tugas yang diberikan Masboi sangat berguna untuk melatih kemampuan jurnalistik mahasiswa yang masuk ke peminatan Komunikasi Media dan Digital. Hal ini dapat dilihat dari artikel-artikel yang semakin hari bisa lebih baik dari sebelumnya meskipun masih ada yang perlu direvisi.

Jurnalisme Multimedia juga tidak melulu membahas tentang penulisan jurnalistik di media online, namun juga mempelajari bagaimana jurnalisme bisa diterapkan di foto, audio, dan video.

Walaupun saya tidak terlalu bisa mengedit gambar dan video, serta belum terlalu paham mengenai komposisi visual, namun dengan tugas membuat photo story dan video menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk belajar mengedit meski masih jauh dari kata bagus.

Hal-hal yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan, akhirnya bisa saya lakukan melalui mata kuliah JMM ini. Berupaya untuk mendorong pembatas dalam diri sangat terasa di sini. Nyatanya upaya positif memang perlahan-lahan dapat merubah diri menjadi lebih baik dan bisa berkembang.

Tugas-tugas yang diberikan Masboi saya rasa sangat penting untuk dipelajari jurnalis di masa digital ini. Kemampuan untuk dapat memenuhi news gathering, news processing, dan news publishing sekaligus memaksa jurnalis untuk dapat bekerja dengan multitasking.

Maka dari itu, banyak terima kasih saya ucapkan kepada Masboi yang dengan setia mendampingi mahasiswa di kelas JMM ini dengan baik. Saya pribadi merasakan hasil luar biasa setelah berproses dalam mata kuliah ini. Bekal yang dibawa untuk menjadi jurnalis di masa depan sudah sangat terpenuhi, selanjutnya tinggal bagaimana mahasiswa mendalaminya.

Salam JMM!

PORTOFOLIO:

Link kompasiana:

https://www.kompasiana.com/corneliaradita/5f4d55f9097f360ea52dd7f2/menilik-lebih-jauh-perkembangan-internet-dan-jurnalisme-online  views: 91

https://www.kompasiana.com/corneliaradita/5f568689097f3633500557e2/mengenal-karakteristik-media-baru-pada-voa-indonesia views: 66

https://www.kompasiana.com/corneliaradita/5f605187097f361af3608945/intip-bedanya-jurnalisme-online-dan-jurnalisme-multimedia views: 143

https://www.kompasiana.com/corneliaradita/5f68bcb5d541df137c7235b3/simak-bagaimana-perjalanan-media-online-dan-koran-the-independent-dari-britania-raya views: 156

https://www.kompasiana.com/corneliaradita/5f959e338ede4802c4337722/simak-jawaban-rmol-id-mengenai-pentingnya-verifikasi-informasi-bagi-media-online views: 103

Link Katolikana (artikel terjemahan):

https://www.katolikana.com/2020/11/10/pasca-serangan-teroris-di-wina-ini-pesan-pemimpin-gereja-austria/  views 48

Jumlah views artikel: 607

[Anchor] Paus Fransiskus Tanggapi Aksi Terorisme di Wina. https://anchor.fm/tata-radita/episodes/Paus-Fransiskus-Tanggapi-Aksi-Terorisme-di-Wina-em7lqr 

Link Photo Story: 

https://www.instagram.com/p/CHqNpWkB0qo/?igshid=1lnr9vxatnklh likes: 176, comments: 18

Link Video:

https://twitter.com/CorneliaRadita/status/1333600604627734528?s=20  views: 63