Breaking News

Refleksi Jurnalisme Multimedia Kelompok 7

Grace Paramitha

NPM: 180906496

Banyak hal yang dapat dipelajari di mata kuliah Jurnalisme Multimedia. Materi-materi yang disampaikan oleh dosen sangat berguna dan dapat menjadi bekal untuk ke depannya, terutama apabila bekerja di bidang jurnalistik. Melalui materi-materi yang dibahas, saya menjadi paham apa bedanya jurnalisme multimedia dengan jurnalisme online biasa dan saya menjadi tahu bagaimana jurnalisme yang ada di media-media di Indonesia. 

Selain itu, materi yang dibahas sangat menarik, seperti contohnya membahas mengenai media-media online yang ada di luar negeri dan juga membedah salah satu media online yang ada di Indonesia untuk melihat apakah media online tersebut sudah menerapkan jurnalisme multimedia atau belum. Saya juga belajar mengenai bagaimana caranya merewrite berita, merewrite berita bukan hanya melakukan copy paste namun menulis ulang sebuah berita dari media berbahasa asing dengan menggunakan gaya bahasa saya sendiri. Saya juga belajar bagaimana caranya membuat sebuah podcast.

Mata kuliah ini juga membahas mengenai social media journalism, social media journalism merupakan hal yang penting untuk dipelajari karena generasi milenial mungkin akan lebih suka melihat berita atau mencari informasi melalui media sosial dibandingkan media mainstream seperti TV, koran, dan radio. 

Saya juga belajar mengenai photostory, saya jadi tahu bagaimana caranya membuat photostory dengan baik karena photostory bukanlah sekadar foto, namun foto yang bercerita dan diharapkan dapat memberikan kesan yang mendalam kepada orang yang melihat foto tersebut. Selain itu, saya juga mempelajari tentang video jurnalistik, saya jadi belajar bagaimana caranya membuat video jurnalistik, bagaimana menuliskan sumber pada video dan jangan asal mengambil video atau foto orang lain saat akan membuat video jurnalistik, harus mencari tahu dahulu sumbernya agar dapat memberikan informasi yang benar. 

Sangat menyenangkan bisa belajar mengenai jurnalisme multimedia dan mempelajari tentang photostory dan video jurnalistik dari orang yang benar-benar paham dan menguasai bidang tersebut. Apa yang dipelajari pasti akan sangat bermanfaat karena untuk ke depannya dibutuhkan jurnalis yang tidak hanya bisa meliput dan menulis berita tetapi juga jurnalis yang serba bisa seperti bisa membuat photostory dan video jurnalistik. 

Saya juga belajar mengenai penulisan digital. Menulis digital awalnya sedikit menegangkan karena harus diunggah di blog umum yang dapat dilihat oleh siapa saja, namun lama-kelamaan rasanya menyenangkan juga. Mahasiswa belajar menulis digital untuk kemudian diunggah di Kompasiana.

Terdapat enam tulisan yang saya unggah ke Kompasiana, terdapat juga artikel yang mendapatkan label pilihan dan rata-rata setiap tulisan sudah dibaca sebanyak 100 kali. Berikut link artikel yang saya unggah di Kompasiana beserta jumlah viewer yang terhitung hingga hari Senin, 7 November 2020.

1. Mengenal Internet dan Perkembangannya. Link:

https://www.kompasiana.com/grace69037/5f4d2a03097f36413d048362/mengenal-internet-dan-perkembangannya

Jumlah viewer: 168.

2. Apakah Portal Berita Online Asumsi Sudah Memiliki Karakteristik Media Baru? Link: https://www.kompasiana.com/grace69037/5f5694e6d541df6d5c328652/apakah-asumsi-sudah-memiliki-karakteristik-media-baru

Jumlah viewer: 280.

3. Walaupun Berbeda, Jurnalisme Online dan Multimedia Sama-sama Berikan Manfaat. Link: https://www.kompasiana.com/grace69037/5f602bccd541df0ba52455f2/walaupun-berbeda-jurnalisme-online-dan-jurnalisme-multimedia-ternyata-sama-sama-memberikan-manfaat

Jumlah viewer: 134.

4. Media yang Dimiliki oleh Korea Utara. 

Link: https://www.kompasiana.com/grace69037/5f693134097f3656a57102b2/media-yang-dimiliki-oleh-korea-utara

Jumlah viewer: 170.

5. Pemberitaan Media Mengenai Reynhard Sinaga, Pemerkosa “Paling Parah” di Inggris (UTS). 

Link: https://www.kompasiana.com/grace69037/5f95164e8ede4859c51b3102/pemberitaan-media-mengenai-reynhard-sinaga-pemerkosa-paling-parah-di-inggris

Jumlah viewer: 186.

6. Muslim Indonesia Melakukan Aksi Protes terhadap Penghinaan Karikatur Nabi Muhammad SAW di Prancis (merewrite berita). 

Link: https://www.kompasiana.com/grace69037/5faba3418ede4855dd16db02/muslim-indonesia-melakukan-aksi-protes-terhadap-penghinaan-karikatur-nabi-muhammad-saw-di-prancis

Jumlah viewer: 158.

Merewrite berita juga dilakukan dalam bentuk audio dan diunggah ke Anchor. Link: https://anchor.fm/grace-paramitha/episodes/Umat-Islam-di-Indonesia-Melakukan-Aksi-Protes-Terhadap-Penghinaan-Nabi-Muhammad-SAW-di-Prancis-em81is

Enam tulisan yang saya unggah di Kompasiana tersebut memiliki viewer dengan jumlah total sebanyak 1.096. Selain itu, tugas photostory dan video jurnalistik diunggah di media sosial.

Photostory. Link: https://www.instagram.com/p/CHrP1IoJygG/?igshid=14kiwlk47no3t

Jumlah like: 140.

• Video jurnalistik. 

Link: https://twitter.com/graceprmt/status/1333645770298335232?s=20

Jumlah tayangan: 27.

Meskipun kegiatan perkuliahan dilakukan secara online, tetapi materi dapat tersampaikan dengan baik dan banyak hal-hal baru yang dapat saya pelajari yang tentunya semakin menambah wawasan saya.  

Yudha Setya Nugraha

180906506

Multimedia adalah sesuatu yang rumit namun menarik. Bagaimana prinsip multimedia dibawa untuk melakukan kegiatan jurnalisme juga merupakan konsep yang menarik namun implementasinya juga tidak sederhana.

Dunia terus menerus berkembang menyebabkan Multimedia menjadi sebuah ladang subur yang dapat dikembangkan lebih jauh dalam jurnalisme. Belajar mengenai Jurnalisme Multimedia memberikan gambaran bahwa platform jurnalisme sekarang berkembang lebih luas daripada sekedar, koran, Tv dan radio. Perkembangan internet memiliki andil yang besar dalam adanya Jurnalisme Multimedia, kita juga dapat mengembangkan hasil dari kegiatan Jurnalisme kedalam bentuk yang lebih kreatif dan menarik untuk dilihat oleh konsumen informasi.

Salah satu bentuk yang paling menarik untuk dipelajari adalah jurnalisme photostory yang dikombinasikan dengan Jurnalisme sosial media yang dapat menggaet konsumen informasi lebih luas.  Belajar Multimedia membangkitkan gairah saya untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai bagaimana kombinasi-kombinasi platform media yang ada dapat mendorong kegiatan jurnalisme. Bukan tidak mungkin kedepannya format Jurnalisme Multimedia akan menjadi hal yang umum digunakan untuk menyebarkan informasi.

Jurnalisme Multimedia memungkinkan suatu informasi dapat diperoleh secara lebih luas oleh konsumen sesuai dengan preferensi mereka lebih suka melihat informasi dalam platform media apa. Yang paling menarik minat saya adalah bentuk-bentuk penulisan digital, saya memberikan waktu saya untuk menyusun formula tulisan sedemikian rupa yang dapat menggaet banyak konsumen informasi.

Mata kuliah ini membuat saya rajin menulis di blog kompasiana, kebanyakan tulisan yang saya buat untuk mata kuliah ini tidak memiliki jumlah pembaca yang cukup baik namun kesalahan dari penulisan yang saya lakukan didalam menulis tugas Jurnalisme Multimedia saya analisis dan tidak saya ulangi di tulisan-tulisan lainnya. 

Tulisan-tulisan saya antara lain:

  1. Perkembangan Internet dari Arpanet Hingga Sekarang  view: 88
  2. Menilik Karakteristik Media baru lewat Otodriver. view:128
  3. Perbedaan Antara Jurnalisme Online dengan Jurnalisme Multimedia yang Sering Dikira Sama. view:31
  4. Menilik Perkembangan Media Online di Jepang dan Perannya dalam Menyebarkan Informasi di Negara yang Penuh Keajaiban itu. view:52
  5. Narasi.Tv, Perannya sebagai Media Baru Visual Journalism di Tengah Minimnya Literasi Masyarakat Indonesia (UTS). View: 27

Sementara untuk tugas Photostory dan Viedo dapat dillihat disini:

Photostory

Video

Maria Fransiska Ayu Diva Yulita

NPM : 180906652

Selama semester 5, salah satu mata kuliah wajib saya adalah Jurnalisme Multimedia. Setiap minggu saya diberi tugas oleh dosen saya. Berbagai tugas yang diberikan seperti menulis artikel yang diunggah ke kompasiana, photo story, video, podcast, dan berita lansiran. Rutinitas penugasan yang diberikan tentunya bermanfaat bagi saya. Saya mendapat berbagai pengalaman dan pengetahuan baru tentunya. Jurnalisme multimedia membuat saya belajar bagaimana liputan, editing video, fotografi, dan sebagainya. Pengalaman-pengalaman tersebut belum pernah saya rasakan sebelumnya. Seperti ketika saya membuat photo story, saya mengklaim diri saya tidak bisa memfoto orang karena biasanya saya yang eksis menjadi objek foto. Tetapi, siapa sangka? ada nilai baru yang saya dapat dari mata kuliah ini. Ternyata, saya bisa foto orang juga. Terselip rasa bangga dalam diriku.

Selain itu, lewat mata kuliah ini saya juga mendapatkan banyak relasi baru. Keluarga baru, baik luring ataupun daring. Ketika liputan harus berinteraksi, mendekatkan diri dengan narasumber. Ketika menulis artikel harus dengan jeli menyusun kata-kata dan menaati aturan yang ada. Berkaca dari pengalaman saya pribadi pernah mengalami permasalahan artikel saya dihapus karena melakukan pelanggaran. Pengalaman itulah yang membuat saya berkenalan dengan kompasianers lainnya, selain karena wawancara tugas UTS. Itu menjadi bagian dari motivasi saya untuk berkembang, belajar, dan mengeksplorasi diri.

Kemudian, saya merasa senang, ketika artikel saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Seperti, artikel UTS saya, data hasil  penelitian artikel UTS saya dijadikan sumber referensi artikel salah satu Kompasianers dengan akun Ruang Berbagi. Ya, tulisan artikel saya  bisa dijadikan inspirasi bagi orang. Rasanya senang sekali tidak karuan. Selain itu, berkat saya melakukan wawancara dengan Kompasianers Fauji Yamin dengan bertukar cerita via WhatsApps, Fauji Yamin pernah menulis satu artikel tentang saya. Selain itu, saya mempunyai pengalaman yang unik ketika saya memilih project liputan individu UAS sebagai kajian liputan adalah orang tunarungu. Tanpa penerjemah, saya pun secara langsung mau tidak mau belajar bahasa isyarat. Menjadi suatu keistimewaan bagi diri saya sendiri.

Jurnalisme multimedia memperkenalkan saya dalam banyak hal baik dari segi teknik, praktik maupun teori. Tidak sekadar itu, banyak nilai-nilai kehidupan yang saya dapat seperti bertanggung jawab, belajar memanajemen waktu di tengah tumpukan tugas, dan sebagainya. Soft skill ataupun hard skill bisa saya asah disini. Termasuk juga attitude, berusaha menerapkan etika sopan santun. Sikap saling menghormati, menghargai, toleransi, peduli, dan sebagainya tumbuh. Saya menyadari dosen menuntun saya seperti ini , ya walaupun memang melelahkan dan membuat tegang. Tetapi, dari situlah saya mendapatkan makna yang mendalam. Berusaha memahami orang lain , termasuk diri sendiri.

Kumpulan tugas-tugas saya sebagai berikut           :

Adapun enam  artikel saya yang terlampir di kompasiana :

1.  Kisah Jatuh Bangunnya Internet dengan total penonton 86

https://www.kompasiana.com/mariaayuyulita/5f50ff03097f367cd75bfee3/kisah-jatuh-bangunnya-internet

2.  PDKT dengan Karakter “New Media” dengan total penonton 90

https://www.kompasiana.com/mariaayuyulita/5f54f2a5d541df657d399842/pdkt-dengan-karakter-dari-new-media

3.  Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia itu Berbeda Lho! dengan total penonton 236

https://www.kompasiana.com/mariaayuyulita/5f5d899ad541df53fb32f812/jurnalisme-online-dan-jurnalisme-multimedia-itu-berbeda-lho

4.  Sepenggal Kisah Munculnya Jurnalisme Multimedia di Inggris dengan total penonton 156

https://www.kompasiana.com/mariaayuyulita/5f674758097f363cc420ce42/sepenggal-kisah-munculnya-jurnalisme-multimedia-di-inggris

5.  Artikel UTS “Peran Jurnalisme Warga Kompasiana sebagai Wadah Opini Isu Lokal” dengan total penonton 294

https://www.kompasiana.com/mariaayuyulita/5f8fe6358f17973c7677b153/peran-jurnalisme-warga-kompasiana-sebagai-wadah-opini-isu-lokal

6.  Berita Lansiran “Persiapan Militer China Invansi ke Taiwan” dengan total penonton 82

https://www.kompasiana.com/mariaayuyulita/5faa472ad541df3d145d8b62/persiapan-militer-china-invasi-ke-taiwan

Jika ditotal terdapat enam artikel dengan 994 penonton.

Kemudian, tugas photo story saya (sila diklik) https://www.instagram.com/p/CHrKx3RHRCb/?igshid=1pdt3yk6mzo7e  dengan jumlah like 347 , audio berita lansiran saya dengan 9 kali pemutaran (sila diklik) https://anchor.fm/ayu-diva-yulita/episodes/Perang-Saudara-em50q2 , serta video berita lansiran  dengan total 58 penonton (sila diklik) https://twitter.com/ayudivayulita1/status/1333567243771211777?s=08 .

Mardyaning Christ Cahyarani 

NPM : 180906671

Dalam mata kuliah Jurnalisme multimedia saya membuat 6 artikel Kompasiana, photostory yang diunggah di Instagram dan videostory yang diunggah di twitter hingga membuat podcast di anchor.fm. Dari mata kuliah Jurnalisme multimedia saya banyak belajar, mulai dari menulis, mengambil gambar, merekam video, membuat podcast hingga pada akhirnya saya juga belajar tentang editing untuk menghasilkan konten-konten tersebut. Saya merasa senang dan menikmati proses belajar Jurnalisme multimedia walau dengan tugas yang pastinya setiap minggu ada, namun dengan begitu membuat saya rajin belajar. 

Lewat mata kuliah Jurnalisme multimedia saya banyak belajar dan mencoba hal-hal baru seperti menulis di Kompasiana, mengambil foto dan merekam video di tempat yang ramai, serta merasakan bagaimana membuat podcast. Dengan adanya tugas-tugas tersebut membuat saya lebih berani untuk mencoba lagi hal-hal tersebut, yang awalnya saya berpikir itu hal yang sulit dan malu untuk saya lakukan tapi lewat tuga-tugas Jurnalisme multimedia membuat saya lebih berani. 

Berikut lampiran beberapa tugas yang sudah saya buat sepanjang semester 5 berlangsung di mata kuliah Jurnalisme multimedia : 

  1. Sejarah dari internet yang digunakan dalam media baru https://www.kompasiana.com/christraani0586/5f4d257bd541df24c22c22e4/mari-berkenalan-dengan-internet dalam unggahan ini, saya memiliki 44 viewers.
  2. Karakteristik dari media baru dan saya menggunakan media online Soompi https://www.kompasiana.com/christraani0586/5f56636b5218a0459e5ce942/apakah-soompi-termasuk-media-baru-mari-kenali-karakteristiknya dalam unggahan ini, saya mendapatkan 30 viewers.
  3. Mengenali perbedaan jurnalisme online dan jurnalisme multimedia https://www.kompasiana.com/christraani0586/5f60147f097f3663de086173/mari-mengenali-perbedaan-jurnalisme-online-dan-jurnaisme-multimedia dalam artikel tersebut saya mendapatkan 22 viewers.
  4. Sejarah munculnya media online di Korea Selatan https://www.kompasiana.com/christraani0586/5f6af82dd541df68164d7133/sekilas-perjalanan-media-online-di-korea-selatan dan artikel ini mendapatkan 41 viewers.
  5. Ujian Tengah semester, saya membuat artikel tentang citizen journalism https://www.kompasiana.com/christraani0586/5f94a90d8ede486be248def4/citizen-journalism-apa-salahnya dengan mendapatkan 73 viewers.
  6. Berita lansiran dari media online The Korean Times tentang topan dahsyat yang melanda Filipina https://www.kompasiana.com/christraani0586/5faa8e8fd541df29515dfe12/topan-dahsyat-melanda-filipina-mengakibatkan-puluhan-korban-tewas-dan-ribuan-rumah-rusak dalam artikel ini saya mendapatkan 18 viewers

Sehingga jika di simpulkan keseluruhan viewers Kompasiana saya memperoleh ada 228 viewers dari 6 artikel. 

Selain menulis dalam kompasiana, saya juga membuat photostory yang diunggah ke Instagram pribadi saya https://www.instagram.com/p/CHrNxNElhki/?igshid=f71htf8k19yw  dari unggahan tersebut saya memperoleh 103 like. Selain itu, tdak hanya photostory namun dalam mata kuliah Jurnalisme multimedia juga memberi tugas untuk membuat videostory, dan kemudian saya unggah di akun Twitter pribadi saya https://twitter.com/christraani/status/1333623517040967680?s=19  dan mendapatkan 16 views Tak hanya berhenti sampai disitu saja,  pada artikel berita lansiran, saya juga membuat podcast tentang berita lansiran tersebut. Kemudian saya unggah di https://anchor.fm/mardyaning-christ/episodes/Topan-Goni-yang-Melanda-Filipina-Mengakibatkan-20-Warga-Tewas-dan-Ribuan-Rumah-Rusak-em7r20