Breaking News

JMM Satu Semester Bagi Kelompok 10

sumber: Florida Atlantic University

Jurnalisme Multimedia merupakan mata kuliah wajib yang tersedia di semester ganjil. Berikut ini adalah lampiran refleksi dari setiap anggota kelompok sepuluh (10) selama satu semester beserta lampiran tugas-tugas yang telah dikerjakan selama mata kuliah ini berjalan.

1.Michael Julius Figun (170906454)

Refleksi

Mata kuliah ini saya telah ambil 2 kali di semester 5 dan semester 7. Jurnalisme Multimedia ini telah mengajarkan hal-hal terkait kegiatan dan praktik jurnalisme khususnya dalam memanfaatkan lebih dari 1 media (foto, video, audio dan sebagainya) yang dirangkum menjadi satu konsep yang kreatif. Mata kuliah ini membantu dalam hal skill menulis, penempatan foto, video, audio untuk dapat digabungkan dan menjadi hasil yang kreatif dan tentunya dapat memikat para pembaca. 

Jurnalisme Multimedia ini juga berfokus pada media-media baru yang dimana terdapat banyak kombinasi dan sifatnya tidak kaku seperti jurnalisme konvensional (sebelum hadirnya media baru). Pemanfaatan media-media tersebut menciptakan produk jurnalisme yang lebih fleksibel dan kreatif sehingga mengurangi kejenuhan pembaca. Selain itu, jurnalisme multimedia juga telah mengajarkan bahwasanya media-media yang digunakan tidak hanya mengulang apa yang tertera pada tulisan jurnalisme tetapi juga melengkapi informasi yang setidaknya belum tercantum pada tulisan jurnalisme.

Hal-hal dalam mengombinasikan media-media yang ada di jurnalisme multimedia ini sendiri diajarkan dalam bentuk penugasan tiap minggu yang dimana penugasan ini sangat terstruktur. Mulai dari penulisan artikel hingga sampai pada membuat produk jurnalisme multimedia yang siap disajikan. Bagi saya, proses pembelajaran amat sangat cukup untuk mencapai pada tujuan perkuliah ini yaitu memperkenalkan dan memperdalam kegiatan jurnalisme multimedia yang di tahun 2020 ini cukup sering kita jumpai dan akan terus hadir. 

Harapan saya pada mata kuliah ini adalah semoga dalam jurnalisme multimedia lebih sering praktik di lapangan dan semakin berkembang khususnya dalam penggunaan media-media saat ini. Hal tersebut dapat dicari lagi sebagai bahan pembelajaran dalam mata kuliah tersebut. 

Tugas Kompasiana

TUGAS 1: Perkembangan Internet sebagai Wadah Jurnalisme Multimedia

TUGAS 2: Simak! 6 Karakteristik Media Baru Pada Portal Berita Okezone.com

TUGAS 3: Jurnalisme Online vs Jurnalisme Multimedia, Kita Simak Perbedaannya!

TUGAS 4: Mengenal Media Online di Negara “Petro Dollar”, Brunei Darussalam

TUGAS UTS: Clickbait Menghilangkan Akurasi Pemberitaan

TUGAS 5 (Lansiran Media Luar Negeri): Jumlah Kematian Global COVID-19 Kian Meningkat Hingga 1,2 Juta

Total Viewer Kompasiana: 631

Tugas Audio

Link Audio: soundcloud.app.goo.gl/QHvX Berita Lansiran VOA (Update Covid-19)

————————————————————————————————————

2. Frederica Nancy Sjamsuardi (180906702)

Refleksi

Jam 1 yang berdentang di Selasa siang jadi tanda mulainya kelas Jurnalisme Multimedia (JMM). Bersama Masboi dosen pengampu JMM, saya belajar bahwa dunia jurnalisme kian berkembang.

Ia tak sekadar pengumpulan, pengolahan, dan penerbitan berita. Jauh melampaui itu, saya memaknai aktivitas ini makin punya seni dan tantangannya sendiri. Suatu kemampuan yang diperoleh dengan pemahaman konsep dan penerapan prinsip learning by doing.

Internet Berjalan dan Berevolusi Tiap Waktu menjadi pendorong berkembangnya jurnalisme. Internet yang hadir dan terus mengalami optimalisasi kinerja membuat jurnalis turut berlaga di media baru ini.

Bicara soal aktivitas jurnalistik di media baru, saya mengunggah tulisan berjudul 6 Karakter Media Baru yang Berhasil Ditampilkan Vox.

Meski kehadiran internet tentu menambah platform penyajian berita menjadi jurnalisme online, saya mengenal bahwa ada saudara lainnya yang kian tumbuh besar. Jurnalisme multimedia namanya.

JMM berarti setiap konten berita disajikan dalam minimal tiga format (teks, audio, visual gambar atau video atau infografik, dsb.). Kehadiran beragam format ini berperan menjadi pelengkap satu sama lain dan tidak sekadar mengulang isi konten lainnya. Lewat artikel berjudul Mengulik Perbedaan Si Kembar Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia, pembaca dapat memahami detail perbedaan kedua jurnalisme ini.

Usai berkenalan dan memahami konsep JMM, kelas diajak mengenal bagaimana penerapan media online di dunia. Saya mengangkat topik artikel dengan memilih kisah negara termuda Asia Tenggara, sekaligus tetangga Indonesia. Tulisan itu kemudian saya beri judul Perjalanan Timor Leste Meraih Kemandirian Media Online.

Pada pertengahan semester, saya membuat suatu artikel berjudul Jurnalisme Digital yang Universal dengan Menjadi Aksesibel Bagi Difabel

Saya percaya bahwa jurnalisme juga perlu ambil andil dalam penerapan motto Sustainable Development Goals, leave no one behind”. Tulisan ini kemudian jadi bentuk harapan dan seruan agar media jurnalistik, mengupayakan aksesibilitas konten bagi kelompok difabel. Tujuannya tak lain supaya siapa pun orangnya, apapun kondisinya, pemenuhan kebutuhan informasinya terfasilitasi dengan baik.

Selanjutnya, beberapa karya yang saya unggah juga bersifat studi kasus dengan menerapkan konsep-konsep JMM. Meski belum terintegrasi dalam satu laman yang sama, saya belajar menghasilkan konten berita dalam beragam format.

Berita lansiran berjudul Pemimpin Baru AS Tentukan Arah Perubahan Iklim Dunia yang saya unggah di Kompasiana misalnya. Saya menambahkan detail berita ini dalam format audio, berupa podcast di Anchor. Kedua konten yang berkaitan ini kemudian saya tautkan di cuitan media sosial Twitter pribadi.

Selain itu, saya belajar menghasilkan karya foto jurnalistik. Lekat dengan kawasan wisata dan perkampungan nelayan, saya memotret Tepi Sungai Batang Arau Padang pada Minggu, 15 November lalu sebagai bahan tugas.

Di kelas, kami mengulas praktik jurnalisme foto bersama Oscar Siagian. Mendengar sharing-nya, saya kian memahami bahwa aktivitas ini berarti melahirkan photo story. Oscar menekankan pentingnya menjadikan suatu foto ‘hidup’ sekaligus menggambarkan maksudnya secara tersirat.

Karya terakhir yang saya unggah sebelum ujian akhir semester adalah video berita berjudul Tema Hari AIDS Sedunia 2020.

Usai mengunggah karya ini di Youtube, kami kedatangan praktisi sekaligus alumni Dimas Satria Putra. Saya belajar bahwa suatu video berita tidak lah sama dengan tulisan jurnalistik. Konten yang satu ini butuh waktu sedikit lebih lama demi menjaga akurasi berita dan visualnya. Hal-hal teknis seperti pemilihan font, durasi narasi video, hingga jenis transisi menjadi pembahasan menarik terkait materi ini.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa jurnalisme multimedia tidak sesederhana kita menyebut namanya. Bagi saya, aktivitas ini penuh tantangan, butuh kreativitas, dan niat untuk mau bergelut dengan data, kata, visual, imajinasi, dan teknologi.

Kita perlu jeli melihat sudut pandang suatu kejadian, mengulik informasinya, sambil sedikit ‘bermain’ saat merangkai karya tersebut. Tujuannya adalah, agar konten kita menarik dan tentunya kembali pada nilai-nilai jurnalisme itu sendiri.

Jadi, siapkah kamu mulai berkarya di JMM?

—–

Data Viewers Konten Kompasiana per 8 Desember 2020:

Internet Berjalan dan Berevolusi Tiap Waktu= 191

6 Karakter Media Baru yang Berhasil Ditampilkan Vox= 53

Mengulik Perbedaan Si Kembar Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia= 136

Perjalanan Timor Leste Meraih Kemandirian Media Online= 43

Jurnalisme Digital yang Universal dengan Menjadi Aksesibel Bagi Difabel= 90

Pemimpin Baru AS Tentukan Arah Perubahan Iklim Dunia= 19

Total viewers= 532

——————————————————————————————————

3. Bertha Virginia Yosmar (180906719)

REFLEKSI

Satu semester bersama JMM awalnya saya merasa kewalahan akan tugas mingguan yang selalu ada, namun saya menyadari bahwa menjadi seorang jurnalistik tugasnya akan lebih berat. Kehadiran mata kuliah JMM yang diampu Mas Boi tentu sangat melatih saya dan menyiapkan saya supaya nantinya tidak kaget jika terjun ke dunia jurnalistik. 

Saya terus dilatih oleh Mas Boi melalui tugasnya untuk giat menulis dan membaca. Tanpa membaca saya tidak bisa menulis dan tanpa menulis saya tidak akan berkembang. Setidaknya selama satu semester ini, saya membuktikan diri bahwa tidak hanya bangun, makan, dan tidur namun juga menghasilkan karya tulisan.

Di lain sisi, Mas Boi juga kerap menghadirkan dosen tamu yang menurut saya membawa pengaruh baik untuk kami sebagai mahasiswa. Kami dapat memperoleh cerita dari pengalaman alumni yang sudah fokus di bidangnya. Tentunya hal tersebut  sekaligus dapat menjadi motivasi untuk saya secara khusus. Secara tidak langsung, kehadiran dosen tamu juga membuat saya mendapatkan lebih banyak ilmu di bidang media.

Penugasan yang diberikan oleh Mas Boi, baik menulis di Kompasiana, membuah photostory, video jurnalistik pada awalanya sedikit menyulitkan saya, hehe. Apalagi, saya baru di semester 5 ini diajar oleh Mas Boi, jadi masih sedikit kaget dengan cara mengajar Mas Boi yang memberi tugas tanpa contoh terlebih dahulu. Walaupun begitu, saya sadar bahwa sebagai mahasiswa, sudah selayaknya berperan aktif dan kreatif mencari banyak sumber untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Jadi, ini memberikan pengalaman tersendiri untuk saya.

Halangan yang saya alami dalam perkuliahan JMM, tentu adalah jaringan. Kebetulan saya tinggal di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat yang terkadang jaringannya tidak bisa diprediksi, tahu-tahu bisa jelek sehingga perkuliahan menjadi tidak fokus untuk saya ikuti.

Sejauh ini, sampai di penghujung semester, saya merasa JMM sudah sangat membantu saya dalam konteks dunia media yang menuju sesungguhnya. Mata kuliah JMM adalah salah satu mata kuliah yang sangat penting untuk siapapun yang menginginkan bekerja di bidang media.

TUGAS KOMPASIANA

Tugas 1 : Mengulik Kemunculan Internet

Tugas 2 : Karakteristik Media Baru dalam Hipwee.com

UTS : Hoax, Imbas dari Kemudahan Jurnalisme Online di Era Digital

Tugas 5 : Itaewon Menjadi Tempat Terlarang untuk Merayakan Halloween 

Total Views : 137

Tugas Audio

https://anchor.fm/bertha-virginia/episodes/JMM-AUDIO-BERITA-em90e1

Tugas Media Sosial

Photostory : https://www.instagram.com/p/CHrhSb7H6dr/?utm_source=ig_web_copy_linkLikes : 281

Tugas Video Berita : https://twitter.com/bertha_virgin/status/1333612952050487296?s=20

——————————————————————————————————-

4. Maria Grace Evanda (180906489)

REFLEKSI :

Tidak terasa 1 semester sudah usai untuk mata kuliah Jurnalisme Multimedia, mata kuliah yang memaksa saya menjadi mahasiswa yang produktif dan kreatif. Tugas mingguan yang diberikan Mas Boi cukup membuat saya sibuk dan sedikit kewalahan, akan tetapi tugas-tugas tersebut memang bertujuan untuk melatih saya agar lebih siap jika ingin terjun ke dunia jurnalistik, karena yang dibutuhkan tidak hanya sekedar teori, tetapi juga skill yang harus dipraktikkan secara langsung. Saya yang pada awalnya tidak mengerti soal dunia jurnalistik perlahan-lahan mulai mengetahui bahwa dunia jurnalistik cukup berat dan tidak semudah yang saya bayangkan.

Di mata kuliah ini, saya belajar untuk lebih produktif dengan menghasilkan tulisan yang baik dan profesional, bahkan diharuskan untuk langsung menulis dan upload di kompasiana. Awalnya saya bingung, tapi lama-kelamaan saya terbiasa dan berusaha belajar dari apa yang disampaikan selama kuliah berlangsung. Saya juga belajar teknik pengambilan foto jurnalistik yang baik dan menarik melalui tugas photostory yang Mas Boi berikan, saya belajar dari penjelasan, evaluasi, dan komentar yang disampaikan oleh Dosen Tamu yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya. Selain photo story, saya juga jadi lebih paham soal pembuatan video jurnalistik. Kedatangan dan sharing dari Dosen Tamu yang memang sudah sangat berpengalaman di bidangnya masing-masing sangat membantu saya dalam memahami materi yang disampaikan.

TUGAS KOMPASIANA :

TUGAS 1 : Siapa sih yang Gak Pakai Internet di Zaman Sekarang? Baca Berita Juga Udah Pakai Internet, kan? Yuk Kenali Perjalanannya Dulu!! (View : 35)

TUGAS 2 : Viva.co.id, Salah Satu Bentuk Eksistensi New Media? (View : 124)

TUGAS 3 : Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia, Serupa atau Berbeda? (View : 76)

TUGAS 4 : Bagaimana sih Perkembangan Media Online di China? (View : 39)

UTS : Jurnalisme Online dalam Pembentukan Stigma di Masyarakat Mengenai LGBT (View : 66)

TUGAS 5 : Pemerintah Federal Akan Meningkatkan Diplomasi Vaksin Virus Corona di Pasifik, Asia Tenggara (View : 6)

Total Viewers di Kompasiana : 346

Tugas Audio Berita : :https://anchor.fm/grace-evanda/episodes/Pemerintah-Federal-Akan-Meningkatkan-Diplomasi-Vaksin-Virus-Corona-di-Pasifik-dan-Asia-Tenggara-em7r7v 

Tugas Photostory di Instagram : https://www.instagram.com/p/CHqQ7E7niMS/?igshid=8seqwttesc91 
Tugas Video Berita : https://youtu.be/6AHtGwpH70M

Leave a Reply

Your email address will not be published.