Breaking News

Terry Mangkir Adat, Pasukan Merah Blokir Jalan Sintang-Kelam

  • admin
  • 15/11/2020
  • Comments Off on Terry Mangkir Adat, Pasukan Merah Blokir Jalan Sintang-Kelam

Kalimantan Barat (12/11) – Jalan poros Sintang-Kelam diblokir oleh sejumlah massa adat Dayak. Pemblokiran dipicu lantaran massa kecewa terhadap Terry Ibrahim yang tidak memenuhi undangan acara adat sebagai konsekuensi atas pernyataannya Oktober lalu.

“Ternyata saudara Terry Ibrahim tidak kooperatif, tidak mau datang, meremehkan kita, meremehkan tumenggung, meremehkan dayak.”

Ungkapan kekecewaan tersebut disampaikan oleh salah satu koordinator massa yang menolak menyebutkan namanya. Menurutnya ketidakhadiran Terry Ibrahim merupakan sebuah penghinaan terhadap tumenggung adat dan masyarakat dayak.

Undangan adat tersebut merupakan tindak lanjut dari sidang adat atas pernyataan Terry Ibrahim yang menuduh Pasukan Merah menurunkan baliho kampanye Jarot Winarno Oktober lalu.

Dilansir dari Kalimantan News (30/10), Terry sudah dinyatakan bersalah dan menerima konsekuensi adat berdasarkan sidang putusan adat yang diadakan oleh Forum Tumenggung Adat Dayak akhir Oktober lalu. Namun Terry tidak hadir dalam acara adat yang seharusnya menjadi ritual konsekuensi tersebut.

“Kami tunggu saudara (Terry) hadir, apabila saudara tidak hadir dalam beberapa saat, kami akan pawai ke posko saudara.”

Massa pasukan merah juga mengatakan Dayak harus menjadi pemimpin di tanah sendiri, demi harkat dan martabat masyarakat dayak.

Setelah menunggu cukup lama di jalan Sintang-Kelam, massa yang geram karena Terry Ibrahim tak kunjung hadir melakukan pawai menuju posko kampanye Jarot Winarno di kota Sintang.

Sempat terjadi kerusuhan di Betang Jerora lantaran seseorang tak dikenal meneriaki massa pawai. Massa yang geram tersulut emosi dan mengejar orang tersebut.

Masyarakat Kampung Ladang yang tidak terima dengan kerusuhan tersebut menyatakan akan menuntut hukum adat pada Pasukan Merah.

“Kami mengutuk keras penyerangan ini, oleh karena itu harus dihukum adat sesuai dengan adat yang berlaku.” Pernyataan tersebut sempat tersebar di media sosial Kamis (12/11).

Narasumber : Bonifasius Asvian

Reporter: Raema Yoratian

Kelompok: Raema Yoratian (150905609), Katarina Widhi (180906583), Bernadeta Berlian (180906608), Rustiningsih Dian (180906622)