Breaking News

Jurnalisme Online Melalui Akun TikTok Kompas TV

  • admin
  • 26/10/2020
  • Comments Off on Jurnalisme Online Melalui Akun TikTok Kompas TV

Perkembangan teknologi dan informasi membawa pada perubahan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam bidang jurnalistik. Cara penyampaian pesan melalui media pun sudah berubah, media sudah tidak hanya memiliki satu platform melainkan banyak platform. Pada era digital seperti saat ini, seorang jurnalis diharapkan untuk mampu melahirkan kreatifitas serta inovasi dalam ranah media berbasis online. Dalam media online, seorang jurnalis mampu untuk mengintegrasikan teks, audio dan video. Seorang jurnalis dituntut agar mampu membuat berita untuk banyak media. Mereka harus mampu menulis, mengambil foto, memproduksi berita video, dan berinteraksi lebih jauh dengan khalayak. Seorang jurnalis harus mampu menyelesaikan semua jenis pekerjaan dalam satu waktu. Dalam memproduksi berita, mereka juga harus memahami karakter khalayak yang akan mengkonsumsi produk beritanya, sehingga mereka perlu menyesuaikan dengan setiap kebutuhan konsumen. 

Jurnalisme online atau yang dapat disebut juga sebagai cyber- journalism, jurnalistik web, dan jurnalistik internet. Jurnalisme online merupakan generasi baru dalam dunia jurnalisme. Definisi dari jurnalisme online adalah suatu proses menyampaikan sebuah informasi melalui media internet (Romli, 2018, h.16). Perkembangan jurnalisme online juga bisa disebut dengan media baru atau new media. Dalam media baru, informasi dapat diakses di mana saja dan kapan saja selama ada jaringan internet. Terdapat karakteristik yang membedakan jurnalisme online dengan jurnalisme konvensional. Karakteristik utama dari jurnalisme online adalah kecepatan dan kemudahan dalam pembaca atau pengguna (user).

Selain jurnalisme online, terdapat pula bentuk jurnalisme lainnya yaitu jurnalisme multimedia. Jurnalisme multimedia adalah bentuk jurnalisme yang memadukan minimal mengakses informasi kapan saja dan di mana saja. Terdapat interaksi antara dengan 3 bentuk media kedalam satu kesatuan. Namun jurnalisme multimedia tidaklah sama dengan jurnalisme online, dimana jurnalisme online semata-mata memanfaatkan internet, dan multimedia memanfaatkan keragaman media untuk menciptakan konten yang lebih menarik. Keterampilan mengenai jurnalisme multimedia menuntut seorang jurnalis mampu untuk menghasilkan berita yang dapat di akses di berbagai media. Keterampilan ini tentunya wajib dimiliki seorang jurnalis agar mampu bersaing dengan media lain. Hal ini tentunya tidaklah mudah bagi seorang jurnalis karena ia harus mampu membuat berita sekaligus untuk banyak media. 

TikTok merupakan salah satu platform media dengan pengguna terbanyak sampai saat ini. Aplikasi TikTok resmi dirilis pada September 2016 dan mulai populer di Indonesia pada September 2017. Tidak hanya di Indonesia, aplikasi ini juga digemari di luar negeri. Aplikasi tersebut memberikan kebebasan dalam berekspresi serta berkreatifitas sesuai dengan keinginan masing-masing individu. Konten di TikTok sangat beragam, mulai dari dance, curhat (curahan hati), drama, berita, tutorial, dan sebagainya. Banyak content creator dari berbagai usia dan individu maupun organisasi. TikTok dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media untuk melakukan jurnalisme online. Perkembangan tren dalam aplikasi tersebut dapat menyebar dengan luas dan cepat. Pada aplikasi TikTok terdapat halaman For You Page yang langsung muncul saat membuka aplikasi TikTok. Berbeda dengan Instagram yang langsung ke feeds following. Hal tersebut membuat TikTok menjadi menarik karena satu video dapat memiliki jumlah views lebih dari followers

KompasTV merupakan salah satu media yang melakukan jurnalisme online melalui TikTok (@kompastvnews). Dalam KompasTV sendiri terdapat beberapa divisi yang menjalankan tugasnya masing- masing. Adapun salah satu divisi khusus yang bertugas dalam media online yakni divisi digital. KompasTV digital tersebut yang secara teknis mengonversikan produk jurnalistik televisi yang berbasis siaran live dalam berbagai platform media seperti Instagram, Twitter, Youtube termasuk TikTok. Hal tersebut bertujuan melahirkan perubahan dalam dunia media digital yakni konvergensi media karena pada jaman “now” media massa harus dapat adaptif dengan perubahan itu sendiri. Konten KompasTV di TikTok berisi tentang berita dengan berbagai macam format berita TV dengan durasi pendek. Tiktok tidak hanya digunakan sebagai media hiburan saja tetapi juga dijadikan sebagai alat untuk promosi serta sebagai media yang menyajikan informasi seperti yang dilakukan KompasTV. KompasTV dengan kontennya menyediakan berita seputar politik, ekonomi, entertain dan masih banyak lagi. KompasTV sendiri memanfaatkan TikTok sebagai wadah dalam bersinergi terlebih untuk dekat dengan millenial. 

Aplikasi Tiktok yang digunakan oleh millenial memiliki pengaruh pada minat baca berita, angka viewers didapatkan dengan mudah melalui akun tersebut. Dengan target masa yakni para kaum millenial akun tiktok KompasTV dapat dengan mudah mencapai jumlah 121,8 K followers. Berita lebih menarik karena berbentuk video dan sudah terangkum dalam satu video. Dahulu jurnalis lebih banyak menggali informasi dengan observasi langsung ke lapangan, saat ini informasi dengan sangat cepat mengalir melalui berbagai media terkhusus sosial media. 

Hal tersebut dapat dilihat pada banyaknya jumlah followers, viewers serta comment pada akun KompasTV dalam Tiktok dan Instagram.

Dari akun TikTok KompasTV, salah satu berita yang memiliki banyak views adalah “Fraksi Demokrat Walk Out di Sidang RUU Ciptaker” dengan total views 6,1M, likes 526,9K, comment 21,4K, dan share 32,7K. Video ini masuk ke For You Page sehingga dapat banyak viewers walaupun tidak follow akun TikTok KompasTV. Engagement pada video ini cukup tinggi dilihat dari jumlah views, likes, comment, dan share

Sementara itu, akun TikTok KompasTV juga mendapatkan viewers lebih banyak yakni 38,6 K views dibanding akun Instagram milik KompasTV yang berjumlah 22,6 K views. Hal tersebut dapat dilihat pada berita dengan judul “Trump Akui Banyak Belajar Dari Covid-19” .

Pada intinya berbagai platform media digital memiliki audience masing-masing. Apapun media yang digunakan audience untuk menonton produk jurnalistik KompasTV selama masih sesuai tayangan televisi tetap saja itu adalah sebuah produk jurnalistik tv. Semua sudah diatur dan disesuaikan oleh karakter media masing-masing entah itu media sosial maupun media lainnya ujar Mika, Jurnalis KompasTV.

Dapat disimpulkan berdasarkan hal diatas TikTok merupakan media yang sampai saat ini masih terbilang cukup efektif dibandingkan media lainnya dalam memuat hal-hal terkait konten pemberitaan seperti yang diimplementasikan oleh akun KompasTV di Tiktok. 

Kelompok 14

Yohanes Baptista Vikrama (1709063337)

Aurelia Xena (18090614)

Widya Silaban (180906672)

Angela Gina (180906676)

Daftar Pustaka

Romli, A. S. M. (2018). Jurnalistik online: Panduan mengelola media online. Nuansa Cendekia.