Minuman Tradisional Pemberi Toleransi

minuman wedang tahu bu Karjo

Wedang Tahu menjadi minuman tradisional yang tidak asing bagi orang Tionghoa namun, berbeda dengan masyarakat umum yang belum mengetahui atau mungkin tidak pernah mencicipi minuman tersebut. Wedang Tahu merupakan minuman tradisional orang Tionghoa yang terbuat dari bahan dasar kedelai dan rempah-rempah seperti jahe, serai, dan rempah lainnya.  Bu Karjo (67) yang bukan merupakan orang tionghoa dan muslim, ia merasa tertarik untuk mempelajari tentang wedang tahu. Menurut Bu Karjo (67) menyatakan jika pada jaman dahulu minuman Wedang Tahu ini digunakan sebagai minuman herbal yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit seperti badan pegal, memperhalus kulit, dan lainnya.

Awal mula mengetahui dan belajar tentang wedang tahu

Bu Karjo yang sedang berjualan wedang tahu di pasar kranggan, Yogyakarta.

            “Saya dulu ya berawal dari beli terus berusaha untuk mencari resep sendiri, ya belajar sendiri.” Kata Bu Karjo (67). Bu Karjo yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi berusaha untuk belajar dari berbagai sumber untuk mengetahui cara pembuatan wedang tahu tersebut. Hal itu dikarenakan ia tidak sampai hati jika meminta untuk diajari oleh salah satu penjual wedang tahu yang merupakan orang tionghoa. Pada akhirnya bu Karjo berusaha mencoba membuat wedang tahu dengan berbekal ilmu yang ia dapatkan dari berbagai sumber. Bu Karjo mencoba terhitung sebanyak 50 kali atau lebih untuk membuat wedang tahu. Setelah ia merasa berhasil untuk membuat wedang tahu dengan resep yang ia temukan, ia merasa harus meminta ijin kepada salah satu penjual wedang tahu karena ia terbantu oleh minuman wedang tahu yang ia buatkan. Pada awalnya penjual tersebut merasa tidak suka dan tidak menyetujui Bu Karjo yang ingin membuka usaha wedang tahu karena dinilai tidak sesuai dengan nilai yang ada. Tetapi, karena ketulusan hati dan niat baik dari Bu Karjo yang memang benar ingin belajar mengenai wedang tahu akhirnya disetujui oleh pihak penjual tersebut.

Perkembangan perjalanan Bu Karjo dan wedang tahu

            Walaupun wedang tahu hanya sebuah minuman bagi orang lain, menurut Bu Karjo wedang tahu adalah sebuah cara agar kehidupan keluarganya lebih berkembang dengan membuka usaha wedang tahu. Bu Karjo yang membuka usaha wedang tahunya di wilayah Pasar Kranggan dengan menjual semangkok wedang tahu harga Rp 7.000,- ini bisa memberikan manfaat bagi seluruh kalangan baik dari anak muda hingga orang tua. Salah satu alasan Bu Karjo menjual wedang tahu adalah untuk memperkenalkan minuman tradisional Tionghoa yang memiliki banyak manfaat ini kepada masyarakat luas. Ia juga bercerita pembeli wedang tahu ini tidak hanya orang Tionghoa saja tetapi dari berbagai ras dan agama. Bu Karjo juga bercerita jika sebelum dia memiliki lapak untuk berjualan salah satu pengusaha di Pasar Kranggan yang juga kebetulan memiliki etnis Tionghoa menawarkan tempat untuk Bu Karjo berjualan. Bu Karjo mengaku sangat bersyukur bertemu dengan orang baik dan menyatakan jika anggapan atau stigma orang-orang terhadap orang Tionghoa itu salah. “Menurut saya orang Tionghoa itu baik-baik sekali, malah terkadang orang-orang yang tidak pernah berinteraksi secara langsung dengan orang Tionghoa yang memiliki prasangka buruk.” Kata Bu Karjo (67). Bu Karjo pernah mendapati seseorang yang mendiskriminasi kelompok tertentu hanya karena dia berbeda dan Bu Karjo membantah semua omongan dari orang tersebut karena dirasa tidak benar.

            Bu Karjo menyatakan jika ia tidak pernah bersinggungan atau berkonflik dengan pengusaha atau orang yang beretnis berbeda, karena mereka saling menghargai dan merasa jika mereka bisa sama-sama berkembang baik dalam menjalin relasi dan mengembangkan usaha yang dimilikinya tanpa harus melakukan tindakan yang bisa merugikan satu sama lain. Bu Karjo juga menyatakan jika ia memperlakukan konsumen dan orang-orang di sekitarnya dengan ramah dan baik tanpa melihat ras, etnis, maupun agama. Ia ingin konsumennya dan kerabatnya memiliki hubungan yang dekat dan baik dengannya tidak hanya karena Wedang Tahu buatannya saja yang dikenal. Menurut bu Karjo jika ingin diperlakukan dengan baik kita juga harus bisa menghargai orang lain dan berperilaku baik juga kepada orang lain.

Maria Mediatrix C.P – 170906243