Makna Tatto Bagi Masyarakat Suku Dayak

Penulis: Yosafat Teguh Setiawan (150905610)

Kita semua tentu tau tentang tatto, baik itu dijadikan sebagai seni, hobi, bahkan sebagai representasi bagi beberapa orang. Sama halnya bagi masyarakat Dayak di Kalimantan, bagi mereka tatto merupakan sebuah bentuk representasi dari kepercayaan kepada leluhur mereka, selain itu tatto juga menunjukan kelas sosial bagi beberapa masyarakat Dayak di Kalimantan.

Untuk melihat lebih jauh tentang tatto, terutama tatto khas dari suku Dayak di Kalimantan, saya bertemu dengan seorang pria pencinta tatto dan juga pembuat tatto dari Kalimantan yang sedang melakukan studinya di Jogja yaitu Mas Ricky, mahasiswa S2 bidang seni di UNY. Ia sudah mendalami dan mempelajari tentag tatto sejak SMP, yang dimana dikenalkan oleh kakeknya tentang begitu banyaknya kebudayaan orang Dayak termasuk tatto.

Tatto bagi masyarakat Dayak memiliki banyak arti dan filosofi, bagi mereka tatto ditubuh itu seberti sebuah benih yang ditanamkan dan diharapkan bisa tumbuh serta menjaga sang pemilik tatto. Ada beberapa tatto yang cukup populer di kalangan masyarakat Dayak dan memiliki makna yang cukup dalam, seperti tatto “Bunga Terung”. Tatto ini biasanya terletak dibagian bahu kiri dan kanan, serta ada juga yang terletak di lingkar pinggang dan punggung belakang, ini tergantug tingkatan ilmu dan pangkat sosial di kampung mereka.

Menurut Mas Ricky, tatto Bunga Terung ini memiliki beberapa bentuk dan artinya juga berbeda, “tatto bunga terung itu ada yang bersayap 6 dan 8, jika letaknya di bahu itu memiliki arti seseorang sudah dianggap dewasa dan berilmu dalam hal merantau. Jika terletak di sekeliling pinggang memiliki arti seseorang memiliki pangkat di kampungnya dan memiliki ilmu yang sangat tinggi” ujarnya. Menurut Mas Ricky tatto bunga terung ini memiliki filosofi yang sangat tinggi bagi orang Dayak, selain itu yang boleh memiliki tatto bunga terung ini juga hanya kaum pria, sedangkan kaum wanita memiliki motif tersendiri.

Selain tatto bunga terung, Mas Ricky juga mengatakan ada motif atau gambar lain yang berfilosofi tinggi bagi orang Dayak serta juga baginya, yaitu tatto “Muha Kamang”. Ia mengatakan bahwa tatto muha kamang ini cukup memiliki makna yang dalam bagi orang Dayak. Muha kamang ini sendiri merupakan salah satu mahluk mitologi orang Dayak, Muha Kamang ini dipercaya sebagai salah satu mahluk yang menjaga dan menjadi tameng atau perisai bagi orang Dayak saat berperang atau bahkan saat sedang diserang oleh musuh.

Mas Ricky ini sendiri memiliki dua motif tatto ditubuhnya dan dipercaya olehnya memiliki energi yang kuat bagi kehidupan kesehariannya. Perlu diketahui sebelumnya juga bahwa Mas Ricky ini sendiri merupakan pemuda keturunan suku Dayak asli Kalimantan. Tatto yang dimiliki oleh Mas Ricky ini yaitu tatto bunga terung dan juga tatto muha kamang yang memenuhi punggung belakangnya. Dalam proses pembuatan tatto sendiri, Mas Ricky membuat tatto bunga terung itu langsung di tempat aslinya di suku Dayak Iban, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Proses pembuatannya juga menggunakan metode yang tradisional serta dikerjakan langsung oleh masyarakat adat disana.

Sedangkan tatto muha kamang dia buat menggunakan mesin tatto. Menurut Mas Ricky, sebuah tatto itu bisa memberikan kita suatu energi bukan dilihat dari bagaimana metode pembuatannya, tetapi tentang seberapa besar seseorang bisa memaknai arti dari tatto itu. Mas Ricky juga mengatakan bahwa tatto bagi masyarakat Dayak bukan sekedar sebagai karya seni, melainkan penggambaran jati diri seseorang. Tatto yang dipandang orang kebanyakan sebagai bentuk premanisme dan lain sebagainya menurutnya adalah salah, karena tatto bukan sekedar bentuk menakuti orang, melainkan sebuah karya seni yang dimana semua orang memiliki hak atas tubuhnya dan hidupnya.

Berikut beberapa foto tentang Mas Ricky dan Motif tatto “Bunga Terung” dan “Muha Kamang”

Berikut Rekaman wawancara:

https://soundcloud.com/yosafat-setiawan-618223491/tato-kalimantan